Zeec Label Zeec Label

289 Kali

Nuansa Jadul dan Industrial di Distro

Argh Inspire

Argh Inspire

 

Distro atau distribution store atau distribution outlet merupakan jenis toko yang menjual pakaian dan aksesori yang tidak diproduksi secara massal. Oleh karenanya, produk distro biasanya bersifat eksklusif. Salah satu distro yang memiliki perwajahan menarik adalah Zeec Label di Jl. Honggowongso No. 117 Solo. Nuansa vintage atau jadul terlihat menyolok dari dekorasi yang dihadirkan bersama busana-busana yang dijual di distro tersebut.
Sebut saja sebuah meja jahit lawas yang diletakkan di sisi kanan pintu masuk. Ada pot berbahan kaleng bekas dengan tanaman hias berada di meja tersebut. Sebuah kamera polaroid tertata rapi bersama dengan gulungan benang warna-warni. Sang pemilik distro, Salim Ahmadi, 36, melapisi meja tersebut dengan penggaris dari kayu yang membuat nuansa vintage makin kental.
Sebuah televisi lawas merek Toshiba ditempatkan tepat di tengah ruangan. Televisi tersebut ditempatkan pada sebuah meja yang juga bernuansa klasik. Ada pula sebuah sepeda beroda tiga bekas yang biasa dipakai anak-anak zaman dahulu di dekat televisi.
Dinding ruangan itu dilapisi oleh kayu bekas peti kemas atau biasa disebut kayu pinus yang disusun rapi. Lubang bekas paku yang ada di kayu dibiarkan menganga. Rak-rak dipasang langsung pada dinding kayu itu. Ada pula koper jadul yang telah diberi logo Zeec.
Barang-barang vintage kembali bisa dilihat pada rak-rak tersebut. Anda bisa melihat beberapa bucket bag, sling bag, teko klasik, kendi dan kaleng wadah kerupuk yang sudah dilabeli Zeec Label pada rak di sisi kiri. Sementara di sisi kanan, ada papan hitam yang ditulisi logo Zeec Label dengan kapur warna-warni.
Dua tong bekas obat untuk membuat batik diletakkan di dekat rak-rak itu. Sebuah kayu lawasan diletakkan di antara tong sehingga membentuk bangku panjang untuk tempat duduk tamu. Sebuah kursi tua berbahan besi juga diletakkan di samping bangku itu.
Baju-baju distro dipajang pada di bagian tengah dan kanan ruangan itu. Baju-baju itu kebanyakan adalah pakaian untuk kaum hawa. Hanya ada beberapa potong kaus yang cocok untuk kaum lelaki. Tas-tas juga ditempatkan di tengah.
“Konsep distro ini adalah recycle and vintage style sesuai dengan barang-barang yang kami jual. Jadi barang-barangnya ke barang kreatif dan barang yang dibuat sendiri atau do it yourself (DIY),” ujar Salim, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan barang-barang yang dipajang sebagai pemanis adalah koleksi pribadinya. Maklum saja, Salim adalah penggemar berat barang-barang jadul. Ia rela berburu benda-benda unik yang harganya terkadang tidaklah murah.
“Tapi kalau ada konsumen yang tertarik dan ingin membeli, biasanya ya saya jual,” kata lelaki yang mendirikan Zeec Label sejak 2009 itu.
Distro lainnya, Argh Inspire yang berada di Jl. Sam Ratulangi No. 71 C, Kerten, Solo, memberi suasana industrial. Konsep ruangan distro itu memadukan unsur kayu, besi dan batu yang ditampilkan di distro yang buka kios sejak Oktober 2014 tersebut.
Bagian plafon dicat warna hitam dof. Begitu juga dengan dinding bertekstur tak rata di sisi kiri. Dinding di sisi tengah dicat warna abu-abu. Dua bagian dinding itu sengaja tidak diplester dan diaci untuk mengesankan kondisi unfinishing property. Sementara dinding di sisi kanan dicat dengan warna hijau agak biru donker atau disebut warna lazy river.
Berbagai jenis pakaian seperti jaket, hoody, sweater, kemeja, kaus berbagai model dan ukuran dipajang dengan rapi pada pipa besi yang dipadukan dengan kayu balok. Ada pula pakaian yang digantung pada hanger pipa besi yang menempel pada dinding.
Owner Distro Argh Inspire, Deva Rizky, 24, mengatakan distro yang berdiri sejak 2010 itu menyasar kalangan remaja usia SMA dan kuliah. Untuk itu, dirinya menggunakan warna khas lazy river agar memiliki ciri khas dibanding brand lain.
“Awalnya warna logo kami adalah merah. Kemudian kami ganti dengan lazy river sebagai pembeda. Jadi, orang kalau lihat warna itu bisa langsung tahu itu produk Argh meski belum melihat logonya,” ujar dia.
Ia mengatakan konsep ruang distro itu didesain agar bisa men-display sebanyak mungkin barang tetapi pengunjung merasa tempat itu tetap luas. Bagian menarik lainnya dari distro ini adalah fungsi kanopi yang bisa ditutup untuk melindungi kaca dari tangan-tangan jahil. “Kami buka pukul 10.00 WIB-22.00 WIB,” terang dia.

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS