wikipedia wikipedia

Saluran Lancar, Penyakit Ngacir

585 Kali

RUMAH190.COM Salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan di perumahan adalah saluran air yang lancar dan bersih. Tanpa saluran, lingkungan akan selalu kebanjiran dan jorok.
Persoalan saluran akan terlihat pada musim hujan yang kini sudah datang. Jika tidak terurus, tidak mustahil jika saluran akan mampat karena tumpukan sampah, talut rusak dan sebagainya.

Saluran air berfungsi mengalirkan air yang berasal dari limbah rumah tangga, air hujan dan lainnya ke sungai. Pengelolaan saluran atau sanitasi ini kelihatannya sederhana, namun jika lengah bisa menimbulkan masalah seperti di atas. Buntutnya bisa berimplikasi pada ketidakharmonisan para penghuni lingkungan.

Salah seorang staf teknik di salah satu kontraktor di Karanganyar, Atmaja Beti mengatakan keberadaan saluran air dalam lingkungan rumah adalah mutlak, baik ditinjau dari segi regulasi pembangunan maupun fungsinya. Bahkan 40% lahan di sebuah kompleks harus diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos).

Saluran termasuk dalam Fasum dan Fasos tersebut. “Terbentuknya lingkungan salah satu syaratnya adalah saluran. Bagi developer, perencanaan saluran ini juga mutlak,” kata dia saat ditemui Espos di kantornya beberapa waktu lalu.

Tidak banyak belokan

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam urusan saluran. Yakni saluran harus lurus dan tidak banyak belokannya untuk memperlancar aliran air. Pada belokan saluran, sampah atau material padat yang terbawa air akan terhenti dan sebagian akan mengendap. Pada volume tertentu, material itu akan menyumbat saluran dan menyebabkan aliran tidak lancar.

Volume saluran juga harus diperhatikan, agar terhindar penumpukan material. Namun prinsipnya adalah bahwa volume saluran dapat menampung kebutuhan yang ada. Hal-hal di atas berlaku untuk saluran di lingkungan serta instalasi saluran di rumah tangga.

Keberadaan saluran ini tidak dapat dipisahkan dari instalasi saluran pembuangan di rumah tangga. Menurutnya, instalasi saluran pada rumah tangga ada yang terbuka dan ada yang tertutup. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Saluran tertutup biasanya lebih awet karena posisinya yang terpendam di dalam tanah dan pipa-pipanya terlindung dari beban berat di atasnya, misalnya mobil. Selain itu, saluran tertutup lebih aman dari jangkauan anak serta kemungkinan kerusakan lainnya.

Namun jika terjadi masalah pada saluran tertutup seperti penyumbatan akan lebih rumit perbaikannya ketimbang saluran terbuka. Sementara pada saluran terbuka lebih mudah dalam perawatan dan pembersihannya. Di sisi lain, pada instalasi yang terbuka memungkinkan timbulnya berbagai masalah, misalnya penyakit akibat perkembangbiakan nyamuk.

“Tapi saluran yang alirannya lancar akan selalu kering sehingga tidak dapat dijadikan sarang nyamuk. Selain itu, kalau salurannya terbuka gampang dalam merawatnya dan mudah dalam pembersihannya,” kata dia.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam urusan saluran adalah bak kontrol. Bak kontrol ini sangat penting untuk memudahkan dalam membersihkan kotoran. Material berat yang ikut dalam limbah akan terhenti di bak kontrol, sementara air yang ke saluran lingkungan sudah tersaring.

Pada bak kontrol yang alasnya tidak dicor, selain kotoran akan mudah dibersihkan, sebagian air juga dapat langsung meresap ke dalam tanah. Terpisah, salah satu perencana asal Solo, Taufik Hidayat mengatakan penataan saluran lingkungan khususnya di perkotaan sangat mutlak diperlukan. Lahan resapan air sudah sangat minim sehingga aliran air harus benar-benar lancar. “Saat ini resapan air kan sudah sangat berkurang. Sehingga saluran air harus benar-benar maksimal agar air mengalir dengan lancar,” kata dia beberapa waktu silam. ( Akhmad Ludiyanto )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS