Pemilihan furnitur untuk anak perlu mempertimbangkan usia si anak tersebut mengingat perbedaan tahapan usia berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan postur tubuh anak./pinterest.com Pemilihan furnitur untuk anak perlu mempertimbangkan usia si anak tersebut mengingat perbedaan tahapan usia berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan postur tubuh anak./pinterest.com

Furnitur untuk Anak : Perhatikan Faktor Keamanan

864 Kali

RUMAH190.COM–Ada banyak faktor yang penting dipertimbangkan orangtua saat memilih furnitur untuk anak. Salah satunya adalah memperhatikan faktor keamanan dari furnitur tersebut, baik dari segi bahan pembuatannya, bentuk maupun finishing.

Dosen Desain Interior Universitas Sahid Surakarta (Usahid), R Kusbimantoro Setyojayi SSn mengatakan, pemilihan furnitur untuk anak perlu mempertimbangkan usia si anak tersebut. Mengingat perbedaan tahapan usia berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan postur tubuh  anak.

Secara teori perkembangan anak, tahapan usia anak dibagi tahapan masa awal (0-2 tahun), masapertama (2-6 tahun), masa akhir (6-12 tahun) dan masa remaja (12-18 tahun). Dalam desain interior, untuk memilih furnitur bagi anak pun harus disesuaikan dengan tahapan umur tersebut.Tahapan usia tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk mendesain kamar anak beserta pemilihan furnitur di dalamnya.

Dia menambahkan, yang disebut sebagai furnitur bukan hanya benda yang bersentuhan langsung dengan tubuh manusia dan fungsional, seperti meja, kursi, almari, tempat tidur maupun rak.Lebih luas dari itu, benda-benda pajangan, mainan anak hingga ornamen ruangan bisa disebut juga sebagai furnitur.

Tinggi furnitur

Untuk anak umur 0-2 tahun tidak perlu diaplikasikan terlalu banyak furnitur dalam kamarnya. Menempatkan almari, tempat tidur dibuat rendah dan laci yang bisa difungsikan untuk meja.”Jangan terlalu banyak furnitur agar tempat bermain lebih luas. Lantai dilapisi karpet atau matras agar tidak kedinginan saat bermain,” ujar Kusbimantoro saat berbincang dengan Rumah190.com di ruang kerjanya.

Semakin bertambah usia anak, furniturnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan postur si anak. Jika luas ruangan mendukung, bisa diletakkan almari khusus untuk memajang karya anak sebagai sarana ekspresi diri si anak, juga bisa untuk meletakkan buku-buku koleksi anak. Sementara untuk anak usia sekolah, meja belajar sebaiknya diletakkan dekat dengan jendela.

Ukuran meja maupun kursi yang dipilih juga harus disesuaikan dengan umur dan postur si anak. Kursi untuk anak usia 2-6 tahun bisa dipilih kursi dengan tinggi sekitar 25 sentimeter dengan tinggi meja yang disesuaikan dengan tinggi anak duduk. Sementara untuk anak usia sembilan tahun ke atas bisa memilih kursi dengan sandaran tinggi 30-35 sentimeter dengan tinggi meja yang disesuaikan.“Yang paling penting, desain kursi untuk anak harus memperhatikan posisi duduk yang baik untuk si anak,” jelas Kusbimantoro.

Finishing furnitur juga penting diperhatikan. Usahakan cat pada furnitur tersebut benar-benar kering, sehingga tidak membahayakan kesehatan si anak. Pasalnya, bau cat yang belum kering bisa mengganggu pernafasan dan membuat mata pedih. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS