Pada umumnya genteng dibuat dari bahan tanah liat yang diolah sedemikian rupa kemudian dicetak lalu dibakar hingga mengeras dan berubah warna. Proses pembakaran tanah liat yang tepat waktu dan tepat panas membuat genteng yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik./dok. Pada umumnya genteng dibuat dari bahan tanah liat yang diolah sedemikian rupa kemudian dicetak lalu dibakar hingga mengeras dan berubah warna. Proses pembakaran tanah liat yang tepat waktu dan tepat panas membuat genteng yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik./dok.

Tips Memilih Ganteng Rumah

498 Kali

RUMAH190.COM–Genteng menjadi pilihan material penutup atap bagi sebagian besar pemilik rumah di Indonesia, khususnya di Jawa. Genteng dipilih karena mudah didapat, mudah dipasang, awet dan relatif murah.

Pada umumnya genteng dibuat dari bahan tanah liat yang diolah sedemikian rupa kemudian dicetak lalu dibakar hingga mengeras dan berubah warna. Proses pembakaran tanah liat yang tepat waktu dan tepat panas membuat genteng yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Jika proses pembakarannya kurang sempurna, maka genteng tanah liat akan cepat rusak dan berjamur ketika terkena air hujan.

Cara menguji ketahanan genteng tanah liat, menurut arsitek asal PT Adicipta Grabuanatama, Solo, Maria Diana Puspaningrum ST dapat dilakukan dengan mencelupkan genteng ke dalam air. Setelah 30 menit, genteng dicek kembali. Jika genteng itu berkualitas baik, air tidak merembes ke dalamnya.

Genteng tanah liat populer sebab mudah didapatkan karena sentra pembuat genteng ini hampir menyebar merata termasuk di eks-Karesidenan Surakarta, sebut saja di Mojolaban, Sukoharjo, Kebakkramat (Karanganyar) dan Singkil (Boyolali).

Pemasangannya yang mudah juga membuat genteng tanah liat dapat dipasang di hampir setiap gaya rumah. Kini, untuk mendapatkan kesan modern, pemilik rumah biasa mengecat genteng dengan warna tertentu dan dilapisi material waterproof (anti-air). Di sisi lain, jika rumah ingin dibuat sealami mungkin, baiknya genteng dibiarkan apa adanya atau natural.

Logam

Kini, material bahan genteng lebih beraneka ragam. Misalnya ada yang terbuat dari logam, keramik, beton dan fiber.

Genteng dari logam, dapat dengan mudah dijumpai pada rumah bergaya minimalis yang syarat akan garis lurus dan minim motif. Genteng dari logam berkarakter tipis, biasanya berupa plat, mudah dipasang dan presisi karena merupakan hasil olahan pabrik. Diana mengatakan, genteng jenis ini menawarkan aneka model dan juga warna.

”Selain ringan, keunggulan genteng logam adalah terjamin tidak bocor dan tahan lama. Selain itu beberapa jenis logam sintetis itu juga ada yang terjamin tidak berkarat atau jamuran. Jadi cukup membuat pemilik tenang untuk puluhan tahun,” kata Diana. Biasanya genteng logam dipakai oleh kalangan yang memperhatikan detail rumah dan kenyamanan rumah dari segi desainnya.

Di sisi lain, arsitek asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ir Rachmadi Nugroho, MT mengatakan genteng dari keramik atau beton kekurangannya pada bobot genteng yang terlalu berat.

”Keramik juga digunakan untuk membuat genteng, tetapi sangat jarang ditemui karena harganya sangat mahal,” kata Rachmadi. Keunggulan yang dimiliki genteng keramik adalah mampu mendinginkan suhu udara di dalam rumah. Hal ini, kata Rachmadi hampir sama dengan karakteristik genteng beton. Keunggulan lain genteng keramik adalah tidak berjamur dan juga tidak cepat kotor. Karena harganya yang mahal, genteng keramik biasa digunakan di rumah-rumah mewah bergaya modern.  (Khoirun Nisaa)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS