Mueseum Keris Brojobuwono (Arif Fajar/JIBI) Mueseum Keris Brojobuwono (Arif Fajar/JIBI)

ARSITEKTUR RUMAH : Metamorfosis Tempat Tinggal Jadi Museum Keris

72 Kali

 

Perubahan fungsi bisa terjadi pada beberapa hal. Termasuk juga perubahan fungsi dari rumah milik orang tua anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Cabang Solo, Abito Bamban Yuwono, di Dusun/Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Tempat tinggal yang dibangun pada 1980 dengan arsitektur Jawa, berubah fungsi atau bermetamorfosis menjadi museum keris dengan nama Museum Keris Brojobuwono. Sebagian besar bangunan yang hampir memenuhi tanah seluas 1.250 meter persegi, menjadi ruang pamer keris, ruang pembuatan keris, gudang di lantai atas, dan tempat penyimpanan di ruang bawah.

“Jadi perubahan fungsi dari tempat tinggal menjadi museum dimulai pada 2010. Perubahan fungsi itu kemudian diikuti dengan penataan bangunan dan penambahan ornamen,” jelas Bamban yang juga dosen arsitektur Fakultas Teknik UTP Solo, kepada Espos yang bertandang ke Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (4/10/2017).

Semula, arsitek Jawa lengkap dengan ukiran pada plafon di hall bagian depan rumah dan beberapa ruang lainnya. Kemudian ketika berubah menjadi museum, penambahan ornamen Bali di beberapa tempat. “Bahkan sengaja beberapa ornamen dan bahan dasar pembuatan ornamen yakni pasir, diambil dari Bali,” jelas Bamban.

Ornamen Bali tersebut terlihat dari penempatan patung di kiri kanan teras rumah yang menghadap ke selatan itu. Kemudian di atap teras yang dipasang ukiran Kala Rau (kepala raksasa khas Bali). Selepas teras ada ruang terbuka yang biasa disebut hall. Di hall bagian atas dihiasi lampu grembyong, kemudian ada dua patung Ganesha di bawah payung dari Bali mengapit batu yoni. Di sisi barat ada sembilan patung Nawa Sanga, di pangung terbuka berbentuk bulat.

Di kanan hal ada ruang tamu yang semula merupakan ruang batu alam yang sekarang dipindah ke lantai atas. Di sisi kiri ada ruang perpustakaan yang sebagian buku-bukunya dipindah ke lantas atas. Memasuki ruang pamer, deretan lemari kaca berisi ratusan keris. Di dinding bagian atas sisi selatan dihiasi lukisan wayang beber gaya Wonosari, Gunung Kidul, DIY, dan di atas sisi utara dihiasi lukisan wayang beber gaya Pacitan.

Sisi timur ada ruang pamer keris buatan Padepokan Keris Brojobuwono, termasuk ada bangunan seperti ruangan candi untuk tempat keris. “Fungsinya sebagai pelengkap estetika ruangan,” jelas Bamban.

Di belakang ruang pamer ada ruang Besalen atau ruang produksi keris, di samping ada juga ruang untuk menyimpan keris dan warangka yang akan diganti atau yang sedang dalam proses penyelesaian. Di sisi barat belakang bangunan, ada kolam ikan dan taman. Di sisi barat ruang pamer ada dua ruang, satu untuk menuju lantai atas, dan satu lagi menuju ruang dasar yang menjadi tempat menyimpan sekitar 700 item fosil. “Sebelumnya ini kolam, kemudian ditata ulang menyerupai gua lengkap dengan stalakmit buatan dan difungsikan sebagai ruang fosil,” jelasnya. (Arif Fajar S./JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS