dibandingkan dengan material rangka atap lainnya./dok. Kelebihan dari material atap baja ringan ini ialah bobot beratnya yang demikian kecil dibandingkan dengan material rangka atap lainnya./dok.

Atap Baja Ringan Kian Menggusur Kayu

2607 Kali

RUMAH190.COM–Tiga tahun terakhir ini, atap baja ringan mulai dilirik orang untuk digunakan sebagai kerangka bangunan pengganti kayu. Selain praktis dan lebih cepat pemasa-ngannya, atap baja ringan juga tahan rayap, tahan api dan tahan karat.

Sesuai namanya, material untuk rangka atap baja ringan memang terbuat dari bahan dasar baja dengan campuran zinc dan aluminium. Material ini sudah diproduksi secara massal di Indonesia setidaknya oleh tiga perusahaan, yang antara lain adalah pabrikan berlisensi dari perusahaan di Australia.

Rangka atap baja ini terdiri dari lempengan-lempengan panjang (profil) yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing dalam struktur rangka atap.

Untuk kuda-kuda atau rangka utama dan gording, profil baja ringan biasanya memiliki ukuran yang lebih besar. Sedangkan untuk lempengan reng digunakan profil yang paling kecil bentuk dan ukurannya. Fungsinya sebagai penahan genteng atau jenis atap lain dan sebagai pengatur jarak setiap baris genteng agar lebih rapi serta bisa untuk menopang.

Kelebihan dari material atap baja ringan ini ialah bobot beratnya yang demikian kecil dibandingkan dengan material rangka atap lainnya. Menurut Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ir Mukahar MSCE, pelat baja ringan lebih tipis dari baja yang asli.

”Materialnya agak lain, biasanya disesuaikan dengan penggunaan. Penampangnya menjadi ringan karena ada unsur karbon yang dikurangi,” ungkap Mukahar kepada Rumah190.com di kampus UNS.

Deformasi

Sejauh ini penggunaan kerangka baja ringan, sambung Mukahar, biasanya untuk kuda-kuda dan jarang digunakan untuk kolom tiang bangunan. ”Kerangka baja ringan bentuknya tidak ada yang siku normal, tapi membentuk sudut-sudut estetis yang sudah dikerjakan oleh pabrik pembuatnya,” lanjutnya.

Secara fisik baja ringan penampangnya telah dilapisi dengan chrom atau bahan sejenisnya seperti zinc dan aluminium sehingga lebih tahan terhadap cuaca. Selain itu juga tahan terhadap korosi dan rayap.

”Karena ketebalannya yang tipis, harus disesuaikan dengan beban yang akan ditopang, sebaiknya kerangka atap baja ringan menggunakan metal roof yang berbentuk genteng, asbes maupun sirap dari bahan logam ringan,” papar Mukahar.

Penampang baja ringan yang memiliki ketebalan satu milimeter sampai tiga milimeter ini, imbuhnya, sangat memungkinkan terjadinya risiko tekuk dan puntir atau yang sering disebut dengan istilah deformasi sehingga dapat berisiko bagian kerangka atap baja ringan patah dalam jangka waktu tertentu.

”Baja memiliki dua sifat yaitu kekakuan dan kelangsingan, sehingga perlu diperhatikan titik angkat agar tidak mengalami tekuk atau puntir,” ujarnya.

Untuk tiang baja ringan biasanya diisi dengan beton ringan, karena penampangnya yang tipis. ”Namun selama ini baja ringan masih dipakai baru sebatas untuk kerangka atap (struktur atas) jarang dipakai untuk struktur kolom.”

Selain itu kerangka dari baja ringan dibuat oleh pabrik sehingga tidak ada kecacatan yang tersembunyi. ”Biasanya agen yang menyuplai baja ringan sudah menyiapkan tenaga tukang untuk memasang kerangka baja ringan,” lanjut Mukahar.

Pemasangan kerangka atap baja ringan memang relatif mudah dan cepat, namun harus hati-hati. ”Biasanya dipasang dengan keling, baut dan sekrup. Namun ada juga yang dilas agar terkesan lebih rapi.”

Sementara itu, Rudy Prasetyo ST, dari perusahaan pembuat baja ringan Smartruss, mengatakan untuk pemasangan rangka atap baja ringan, pihaknya memakai screw, semacam sekrup tanpa mur dari baja ringan yang sudah disesuaikan kekuatannya oleh pabrik. ”Rangka atap baja ringan yang kami miliki berlisensi dari perusahaan Bluescope dari Australia,” lanjut Rudy.

Menurutnya, sambungan antarprofil menggunakan screw yang telah dipasang dengan bor listrik dengan kecepatan 2.000 rpm sampai 2.500 rpm. ”Kami punya bagian riset dan pengembangan, jadi tidak sembarangan memakai screw karena setiap screw mempunyai spesifikasi kekuatan sendiri-sendiri,” paparnya.  (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS