Pengerukan sedimen di dasar selokan harus rutin dilakukan secara berkala terutama untuk menghadapi musim hujan dengan curah tinggi yang biasanya membuat air dari selokan meluber.JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Pengerukan sedimen di dasar selokan harus rutin dilakukan secara berkala terutama untuk menghadapi musim hujan dengan curah tinggi yang biasanya membuat air dari selokan meluber.JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu

Awas! Jangan Sampai Selokan Mampet

794 Kali

RUMAH190.COM–Kehadiran selokan di sekitar lingkungan tempat tinggal termasuk dalam kategori saluran pembuangan air. Fasilitas perumahan itu digunakan untuk membuang limbah rumah tangga seperti air bekas mencuci maupun mandi.

Selokan di sekitar tempat tinggal berfungsi untuk penampung air dari pekarangan rumah maupun dari daerah di sekitarnya yang selanjutnya akan dialirkan ke tempat penampungan air yang lebih besar, seperti sungai. Menurut dosen jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Budi Priyanto ST MT, agar selokan berfungsi maksimal, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam membangun selokan.

Dari sisi kapasitas air, selokan harus mampu menampung air yang masuk. Selain itu, kemiringan saluran harus cukup, di mana besarnya sudut kemiringannya tergantung dari fungsi dan kondisi lahan di sekitar selokan tersebut. Standar minimal kemiringan dasar selokan adalah setengah persen dari panjang selokan. Contohnya, jika panjang selokannya 40 meter maka sudut kemiringan dasar selokan setengah persen dari 40 meter.

”Selain itu, posisi bibir selokan juga harus diperhatikan. Sebaiknya bibir selokan posisinya lebih rendah dari area yang ada di sekitarnya. Misalnya, selokan yang ada di kanan maupun kiri jalan posisinya harus lebih rendah dari posisi ketinggian jalan,” ujar Budi saat dijumpai Espos di kediamannya.

Agar selokan berfungsi maksimal, sebisa mungkin selokan jangan ditutup rapat. Selain dapat menghambat air masuk, selokan yang ditutup rapat membuat pemampatan dalam selokan tidak mudah diketahui. Jika terpaksa ditutup untuk alasan-alasan tertentu, selokan bisa ditutup dengan beton yang ada lubang-lubangnya atau dengan grill besi.

Berbicara mengenai dimensi atau ukuran selokan, agar mampu menampung air secara maksimal, dimensi selokan menyesuaikan dengan lokasi di sekitarnya dan mempertimbangkan luas area yang meng-cover air hujan maupun besarnya air buangan di daerah sekitarnya. ”Semakin dekat dengan sungai, dimensi selokan dibuat semakin besar,” imbuh dia.

Budi melanjutkan pembuatan selokan harus disesuaikan dengan jumlah atau debit air maksimal yang nantinya masuk ke selokan. ”Debit air maksimal diambil dari perhitungan curah hujan tertinggi di daerah tersebut. Jangan sampai selokan tidak mampu menampung air, karena jika air meluber sampai ke jalan beraspal dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan.”

Kualitas bahan pembuat selokan juga tidak boleh dilupakan, terutama selokan yang ada di kanan dan kiri jalan. Ada beragam bahan yang dapat digunakan untuk membuat selokan, antara lain dari beton, batu kali dan batu bata. ”Kualitas bahannya harus diperhatikan, terutama bahan untuk membuat selokan di pinggir jalan harus dipilih material yang kuat. Pasalnya, selokan di pinggir jalan mendapatkan tekanan lebih berat dari daerah sekitarnya, jadi material selokan harus berkualitas dan kuat.”

Berkaitan dengan estetika rumah, saluran air dari PVC di sekitar rumah dapat ditutup dengan beton. Dengan syarat harus ada bak kontrol setiap empat hingga delapan meter panjang saluran air. Bak kontrol ini berfungsi untuk pemeliharaan. Dengan adanya bak kontrol ini memudahkan pemilik rumah membersihkan kotoran dalam saluran air seperti endapan lumpur maupun sampah sehingga air dapat mengalir dengan lancar. (anh)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS