infobisnisproperti.com infobisnisproperti.com

Bahan Bangunan: Pilih Batu Bata atau Batako?

423 Kali

Membangun rumah sudah sewajarnya diawali dengan perencanaan yang matang. Pemilihan desain atau konsep, konstruksi bangunan, bahan material, serta lamanya proses pengerjaan tentu mempengaruhi besarnya biaya yang diperlukan. Demi menghemat pengeluaran, terkadang orang cenderung memilih bahan material yang murah dengan proses pengerjaan yang relatif lebih cepat dan efisien. Seperti dalam memilih bahan material untuk dinding rumah.

Batu bata yang biasa disebut juga bata merah memang lebih unggul dalam hal kualitas dibandingkan batako. Namun, penggunaan batako tidak boros biaya karena proses pengerjaannya lebih praktis dan cepat. Karena lebih cepat, maka bisa menghemat biaya jasa tukang,” ungkap pengajar Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), Rachmadi Nugroho, beberapa waktu lalu.

Rachmadi menjelaskan penggunaan batako memang bisa menekan biaya 25%-30% dibandingkan menggunakan bata merah. Menurutnya, masyarakat umumnya masih menjadikan bata merah sebagai pilihan nomor satu. Bata merah dipandang lebih kuat dibandingkan batako karena dibuat dari tanah liat yang padat dan sudah melalui proses pembakaran. Berbeda halnya dengan batako yang terbuat dari campuran pasir, semen dan kapur yang dipadatkan. Proses pembuatan batako juga dilakukan dengan mesin cetak tanpa melalui proses pembakaran. “Batako biasanya ada rongga udaranya. Saat digunakan, rongga udara itu biasanya tidak diisi dengan plester. Kadang kalau kita kita mau memasang paku, rongga itu bisa jebol,” tandasnya.

Dari segi kenyamanannya, lanjut Rachmadi, dinding batu bata dianggap lebih mudah menyerap panas daripada batako. Hal ini dikarenakan proses pembuatan batu bata dilakukan dengan cara dibakar. Berbeda halnya dengan batako yang dibuat dengan proses cetak, tanpa melalui proses pembakaran. “Sifatnya sama seperti tegel atau ubin zaman dahulu yang dibuat dengan cara dicetak. Kalau kita injak rasanya tentu lebih dingin daripada ubin keramik yang dibuat dengan proses pembakaran,” ungkapnya.

Dari segi estetika, lanjut Rachmadi, bata merah lebih unggul dibandingkan batako. Permukaan dinding dari batu bata sengaja ditampilkan atau tanpa diplester supaya terasa lebih nyeni. Hal ini seperti terlihat di sejumlah bangunan adat Bali. Berbeda hanya dengan dinding batako yang tampilannya cenderung lebih monoton. “Saya pernah mengamati adanya penggunaan dinding batu bata untuk kepentingan estetika. Batu bata itu disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah gambar mozaik yang utuh di permukaan dinding,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS