medium_small-balcony-design-ideas-photos-and-inspiration

BALKON TEMPAT SANTAI MENIKMATI PANDANGAN

1817 Kali

Balkon merupakan salah satu bagian rumah yang biasa dipakai untuk bersantai dan menikmati pemandangan luar. Agar aman dan nyaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Balkon sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan teras. Bedanya, kalau teras berada di lantai bawah, sedangkan balkon berada di lantai atas. Dibandingkan dengan teras, balkon memiliki keuntungan, di antaranya aktivitas bersantai di balkon tidak akan terganggu dengan lalu lintas orang seperti di teras.

Karenanya, membangun balkon mestinya dilakukan sejak awal, saat Anda akan mendirikan rumah sehingga segala sesuatunya akan lebih nyaman. Seorang perencana asal Solo, Hari Purnomo mengatakan, faktor penting dalam pembangunan balkon adalah keamanan. Balkon yang berada di lantai atas, mengharuskan struktur penopang bangunan rumah lebih kuat. Khususnya untuk balkon yang memiliki lebar lebih dari dua meter. ”Luas balkon ini kan selera masing-masing orang. Namun faktor keamanan lebih utama untuk mendukung kenyamanan. Untuk yang lebarnya 1,5 meter sampai 2 meter, tidak perlu penopang, cukup mengandalkan struktur bangunan utama. Sedangkan balkon dengan lebar lebih dari dua meter harus dengan ditopang,” ujar Hari.

Small-Balcony-Design-Ideas-14

Sesuaikan furnitur

Menurutnya, rencanakan pula pembuatan pagar pada balkon. Pagar ini berfungsi untuk melindungi anggota keluarga khususnya anak-anak agar tidak terjatuh. Mengenai bahan, saat ini cukup beragam bahan untuk pagar, mulai dari kayu, besi, stainless dan sebagainya.

Sementara itu, untuk mendukung aktivitas di balkon tempatkan furnitur seperti satu set meja kursi yang nyaman. Sesuaikan ukuran furnitur dengan luas balkon agar tampak padu. Misalnya balkon dengan luas sempit, pilih furnitur yang kecil dan simpel agar tidak terkesan sumpek.

Untuk model furnitur, menurut Hari, tak selalu harus sama dengan yang ada pada bangunan induk. ”Model furnitur tidak selalu harus sama dengan tema rumah. Sebab furnitur balkon ini memang untuk keperluan yang lebih santai.”

Pada sisi lain, soal bentuk dan pendukung kenyamanan balkon disesuaikan dengan selera penghuni rumah. Oleh sebab itu, seorang perencana harus selalu berkonsultasi dengan calon penghuni rumah. ”Kadang menurut kami nyaman, tapi mungkin menurut yang punya rumah tidak. Nah, ada baiknya selalu berkonsultasi.”

Perencana lain asal Solo, Sukamto mengatakan hal senada. Menurutnya, jangan khawatir untuk menempatkan furnitur yang berbeda pada balkon. ”Di luar, furniturnya sudah lain. Bahannya harus kuat terhadap cuaca panas, dingin, hujan dan sebagainya,” kata Sukamto yang juga Manajer Teknik PT Sempulur Jatimulyo Karanganyar.

Dia menyarankan, pembangunan balkon hendaknya jangan menghadap matahari di saat sore hari. Sebab suasana sangat panas sehingga akan mengurangi kenyamanan. Jika letak rumah yang tidak menguntungkan dan terpaksa balkon dibuat menghadap matahari di sore hari, hal ini bisa disiasati dengan menambah panjang atap balkon atau unsur filter. Menurutnya, penambahan kerai akan membuat kesan bahwa pembangunan rumah atau balkon tidak terencana. ”Kalau pakai kerai kesannya jadi terpisah.”

Satu hal yang tidak kalah penting adalah soal pintu. Pintu sebagai akses ruang dalam dengan luar harus disesuaikan. Jika balkon berukuran kecil dan pintu berada di tengah, maka pintu yang cocok adalah pintu geser agar ruangan jadi efektif.  ( Akhmad Ludiyanto )

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS