JIBI/Haryo Bayu Rumah dari kontainer Point 9 JIBI/Haryo Bayu Rumah dari kontainer Point 9

Bangunan Kontainer: Kesan Kuat Konsep Industrial

529 Kali

Selain untuk bangunan kantor, kontainer juga bisa dimaksimalkan untuk sebuah ruang kafe atau bagian dari konsep distro. Salah satu kafe di Solo yang menggunakan material kontainer adalah Point9 Café Lifestyle Corner, yang berlokasi di sudut SPBU Manahan.

Point9 memiliki daya tarik tersendiri, karena salah satu ruangan kafe tersebut adalah sebuah kontainer utuh yang sudah mendapat sentuhan dan perombakan sesuai keinginan pemilik usaha.

“Ada bagian yang harus dipotong untuk jendela dan pintu, namun dilihat dari luar masih terlihat bahwa itu container,” terang Andre Pablo, Manajer Point9 Café Lifestyle Corner, beberapa waktu lalu.

Menggunakan kontainer sebagai salah satu ruangan di kafe tersebut, menurut Pablo, menyesuaikan konsep dari kafenya yakni industrial yang tentu lebih mengutamakan unsur besi dalam bangunan kafe tersebut.

“Semula memang saya punya ide untuk membawa kapal namun biayannya lebih mahal, kemudian pesawat, itu pun selain biaya mahal juga badan pesawat harus dipotong. Hingga akhirnya saya menggunakan konsep industrial dan kontainer jadi pilihan,” ujar lulusan Seni Rupa IKIP Semarang ini.

Namun Pablo tidak membawa utuh kontainer bekas karena kondisinya tidak terlalu bagus. Dengan kondisi itu, kontainer bekas butuh dengan cost yang sangat tinggi sehingga tidak menguntungkan dari sisi biaya. Selain itu, karena banyaknya peminat kontainer untuk ruang usaha membuat harganya naik. “Akhirnya melalui koneksi seorang teman, saya beli bahan kemudian membangunnya menjadi sebuah kontainer yang tentu penataannya disesuaikan kebutuhan,” jelas Pablo.

Sebelum dijadikan ruang untuk pengunjung, awalnya Pablo berencana kontainer yang bagian dalamnya sudah dilapisi peredam dan gypsum itu dijadikan sebuah hall, siapa saja boleh pakai asal ada dumping promo menu makanan dari Point9 Café.

“Sempat digunakan oleh beberapa pihak, namun akhirnya untuk area merokok. Jadi di bagian dalamnya tidak ada pendingin ruangan, menyesuaikan peruntukannya,” tutur dia.

Jika di bagian dalam sudah tidak tampak lekukan sebuah kontainer, berbeda dengan sisi luarnya yang tetap dipertahankan lekukan ciri khas sebuah kontainer. “Sisi luar saya coating pakai cat besi dengan warna yang tidak primer yaitu ungu dan lukisan yang saya buat sendiri. Orang pasti akan tertarik. Butuh tiga bulan sejak set up bahan hingga pengecatan dan penataan,” kata Pablo.

Selain Point9 Café, ada juga distro yang memanfaatkan material kontainer untuk mendukung konsep usahanya. Salah satunya Rown Division, distro di Manahan Solo tepatnya sisi utara rel kereta api.

“Konsepnya industri, jadi saya memanfaatkan bagian kontainer untuk bagian depan atas distro. Jadi tidak utuh kontainer namun bagiannya saya tempel sehingga mampu mendukung konsep,” terang Kusdarmawan Aryo Baskoro, pemilik Rown Division Solo. (Arif Fajar Setiadi)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS