Dalam penggunaannya, batu alam bisa ditempelkan di dinding atau di lantai. Atau digunakan untuk mempercantik taman./dok. Dalam penggunaannya, batu alam bisa ditempelkan di dinding atau di lantai. Atau digunakan untuk mempercantik taman./dok.

Batu Alam : Asri dan Artistik

488 Kali

RUMAH190.COM–Salah satu teknik memperindah tampilan rumah adalah dengan memasang batu alam. Batu jenis apa yang bisa dimanfaatkan? Selain estetika, kegunaan apa yang bisa diperoleh dari pemasangan batu alam?
Pemanfaatan batuan baik untuk eksterior maupun interior, biasanya diwujudkan oleh pemilik rumah yang mendambakan suasana alami dan sejuk. Dalam penggunaannya, batu alam bisa ditempelkan di dinding atau di lantai. Atau digunakan untuk mempercantik taman.

Selama ini, orang mengenal batu andesit, batu palimanan, batu paras dan batu candi untuk mempermanis eksterior dan interior rumah. Meskipun ada juga yang menambahkan batu marmer untuk memperindah eksterior rumah, seperti di tiang rumah bagian depan.

Batu andesit, dikenal paling kuat dan tahan lumut, sehingga bisa ditaruh di dalam atau di luar ruang. Pemakaiannya fleksibel bisa untuk lantai maupun dinding. Sementara batu candi, sepintas dilihat dari tekstur mirip dengan andesit, namun, warnanya lebih terang dan banyak pori-pori. Pori kasar inilah yang mengakibatkan batu ini kurang kuat karena mudah menyerap air, yang ujung-ujungnya batu mudah ditumbuhi lumut.

Batu candi yang biasanya berbentuk persegi panjang hanya cocok untuk dinding di teras atau pun lantai. Lain halnya dengan batu paras, batu yang berasal dari Yogyakarta ini warnanya putih tulang, dengan permukaan yang rata. Batu ini memang tidak sekuat andesit sehingga tidak bisa dipijak atau digunakan untuk lantai. Batu jenis ini cocok untuk menghiasi dinding.

Menurut Soepono Sasongko, Dosen Jurusan Interior, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, batu alam memberikan kesan alami pada tampilan rumah.

”Untuk interior rumah sebaiknya display batu alam di-block pada seluruh dinding dan pemilihan batu alam disesuaikan dengan tema atau suasana yang ingin dibentuk,” papar Soepono. Untuk ruang makan, ujar Soepono, membuat display batu alam tidak harus di-block seluruhnya dan tidak perlu dibuat presisi.

Sementara R Kusbimantoro, Dosen Program Desain Interior Universitas Sahid Surakarta mengatakan display batu alam erat kaitannya dengan estetika atau cita rasa terhadap suatu tren.

Ditambahkan Kusbimantoro, display batu alam tidak semata memasang jenis batu tertentu di dinding, namun bisa pula dengan menghadirkan pernik-pernik interior, seperti gentong atau tempayan dari batu candi.

Selain memiliki fungsi estetika, batu alam bisa juga untuk terapi warna. Menurut Kusbimantoro, warna dan tekstur batu alam bisa membuat orang merasa tenang sehingga bisa membantu proses penyembuhan bagi orang yang sakit.

”Penataan batu alam untuk interior, sebaiknya dipilih tempat yang eye catching. Batu alam bisa pula dipadupadankan dengan material atau jenis batu alam lain untuk menghindari kesan monoton,” papar Kusbimantoro. Hal terpenting, dari segi desain ada kesatuan, kesederhanaan dan irama, lanjutnya.

”Untuk warna-warna yang seragam, bisa menimbulkan kecenderungan orang cepat bosan, sehingga perlu ada variasi penataan. Bisa juga ditambahkan dengan batu alam yang sudah dibentuk menyerupai bunga untuk menghindari kesan monoton,” jelasnya.  (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS