carport tak cuma berfungsi sebagai area transit, namun juga tempat menyimpan mobil dan fungsi-fungsi lain./hunianrumah.com carport tak cuma berfungsi sebagai area transit, namun juga tempat menyimpan mobil dan fungsi-fungsi lain./hunianrumah.com

Carport Tak Sekadar Area Transit

1636 Kali

RUMAH90.COM–Sebagian masyarakat menganggap keberadaan area transit mobil atau carport menjadi kebutuhan yang harus ada pada sebuah bangunan rumah. Bahkan, kini carport tak cuma berfungsi sebagai area transit, namun juga tempat menyimpan mobil dan fungsi-fungsi lain.

Awalnya orang membuat carport sebatas lantai kasar di halaman rumah tanpa atap. Biasanya, orang membangunnya persis di depan garasi. Seiring dengan perkembangan zaman, carport didesain seartistik mungkin untuk mendapatkan fungsi yang optimal.

Menurut arsitek dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Wisnu Setyawan ST MArch, membuat carport harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi rumah. ”Carport lebih baik dibangun pada rumah yang memiliki mobil. Letaknya juga lebih baik berada di depan garasi rumah. Mengingat fungsinya sebagai tempat transit mobil. Pemilik rumah biasa menggunakan carport di saat memanaskan mesin mobil ataupun mencucinya,” ujar Wisnu. Untuk kenyamanan, pemilik rumah banyak yang menambahkan atap guna melindungi mobil dari sinar matahari maupun air hujan.

Sempitnya lahan rumah membuat sebagian pemilik mengalih fungsikan carport sebagai garasi. Hal itu terjadi di perumahan-perumahan yang tidak menyediakan garasi. Wisnu juga mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat carport. Pertama adalah melihat tujuan dari pembangunan itu. “Apakah carport digunakan murni sebagai carport atau juga berfungsi ganda sebagai garasi?” kata Wisnu.

Jika carport juga difungsikan sebagai garasi, pemilik harus mendesainnya lebih teliti. Hal tersebut terkait dengan keamanan dan kenyamanan pandang.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah desain carport. Wisnu menyarankan agar pemilik rumah jangan latah mengikuti tren yang ada namun lebih mengutamakan kebutuhan dan keadaan rumah. ”Jika rumahnya didesain modern maka desain carport juga harus dibikin dengan desain modern. Pemilihan materinya juga harus disesuaikan seperti aluminium, besi dan fiber. Untuk rumah bergaya tradisional maka carport bisa dibangun dengan gaya tradisional dengan bahan material kayu atau batu alam,” terang Wisnu.

Ramah lingkungan

Arsitek dari Universitas Sebelas Maret, Ir Musyawaroh MT saat ditemui Espos di rumahnya di daerah Sumber Solo, menyarankan penggunaan carport yang ramah lingkungan. ”Dewasa ini, banyak pemilik rumah yang memfungsikan carport sebagai garasi. Namun kadang mereka (para pemilik rumah) kurang memperhatikan desain dan kebutuhan. Kerap kali terjebak pada tren. Seperti saat ini model carport yang sedang populer adalah model melengkung dengan bahan material polycarbonate. Padahal tidak semua bentuk rumah cocok diberi carport model tersebut,” kata Musyawaroh.

Wanita yang kerap menjadi pengasuh acara Hunian di TA TV Solo tersebut lebih memilih carport yang alami. Menurutnya, penggunaan pergola lebih artistik ketika pemilik cerdik menyiasatinya.

Pergola yang dimaksud adalah desain atap carport terbuat dari bahan kayu, kawat atau paralon yang disusun sejajar melintang sedikit miring. Sinar matahari masih dapat menembus lantainya. Tanaman menjalar yang direkatkan pada pergola dapat mempercantik penampilan. Penggunaan paving block, grass block atau batu-batu alam dapat menjadi pilihan lantai carport. Bahan-bahan itu digunakan karena mampu meresap air saat mencuci mobil ataupun air hujan. Selain itu bahan itu juga tidak licin sehingga pemilik dapat lebih leluasa beraktivitas. ( Khoirun Nisaa )

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS