Untuk menghindari timbulnya masalah, seperti kebocoran ketika hujan turun, memilih atap yang tepat menjadi salah faktor yang seharusnya diprioritaskan oleh seseorang ketika membangun rumah./hirerush.com Untuk menghindari timbulnya masalah, seperti kebocoran ketika hujan turun, memilih atap yang tepat menjadi salah faktor yang seharusnya diprioritaskan oleh seseorang ketika membangun rumah./hirerush.com

Cek Atap Saat Musim Hujan Tiba

356 Kali

RUMAH190.CPM–Atap merupakan salah satu bagian paling vital dari rumah yang memiliki fungsi sebagai penutup ruangan dari terpaan angin, terik matahari dan hujan. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan atap rumah yang tepat untuk mendukung kenyamanan, apalagi ketika musim hujan tiba.

Sebagai penutup ruangan, keberadaan atap rumah sangat berpengaruh pada kenyamanan hunian. Untuk menghindari timbulnya masalah, seperti kebocoran ketika hujan turun, memilih atap yang tepat menjadi salah faktor yang seharusnya diprioritaskan oleh seseorang ketika membangun rumah.

Melihat fungsinya yang sangat vital tersebut, perlu cermat dan berhati-hati ketika memilih jenis dan bahan atap yang saat ini sangat beragam untuk dipasang pada rumah. Selain itu, pemasangan atap dengan kemiringan yang tepat juga perlu diperhatikan untuk menghindari masalah pada atap, seperti menghindari tempias air ketika hujan ataupun mencegah terjadinya kebocoran.

Bahan atap atau genteng rumah bervariasi, mulai terbuat dari tanah liat, keramik, asbes, alumunium, metal, sirap, seng hingga beton. Masing-masing bahan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Distributor atap Jaindo, Sumartono Hadinoto mengungkapkan untuk atap yang terbuat dari tanah liat dapat menyerap dan melepaskan panas dalam waktu relatif lambat, sehingga membuat rumah menjadi sejuk.

Sementara atap dari bahan metal maupun alumunium terbilang cepat dalam menyerap dan melepaskan panas. Namun, genteng dari tanah liat memiliki risiko kebocoran lebih besar jika dibandingkan atap dari bahan metal maupun alumunium. ”Karena genteng tanah liat dimensinya kecil-kecil, risiko bocor atau tampias air saat hujan lebih besar. Sementara atap dari bahan metal dimensinya lebih besar sehingga risiko kebocoran lebih kecil,” ujar Sumartono saat ditemui Rumah190.com di ruang kerjanya.

Sumartono menambahkan untuk mengeliminasi risiko kebocoran pada rumah yang menggunakan genteng dari tanah liat, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, seperti memakai rangka atap dari bahan metal, bukan dari kayu. ”Rangka atap dari metal sambungannya tidak banyak sehingga risiko kebocoran juga jauh lebih kecil. Cara lainnya adalah dengan memasang alumunium foil atau alumunium sheet pada reng atap,” jelas dia.

Ayah satu orang puteri ini menyebutkan, atap dari bahan metal murni berupa baja yang dilapisi dengan alumunium. Jenis atap seperti ini biasanya disebut dengan nama galvalume atau singalume. ”Motif atau desain atap galvalume saat ini bentuknya menyerupai genteng dari tanah liat. Jenis atap seperti ini memiliki lebar maksimal satu meter dengan panjang hingga 12 meter. Selain itu, ada atap baja lapis bertekstur yang berfungsi mengurangi panas dan suara hujan.”

Selain pertimbangan memiliki fungsi maksimal sebagai penutup rumah, ada sebagian kalangan yang memilih atap dengan pertimbangan desain dan warna tertentu untuk mendukung estetika hunian. Seperti dilakukan oleh keluarga Ari yang berdiam di Perumahan Pondok Baru Permai Purbayan, Baki.

”Saya memilih genteng press yang kemudian saya lapisi dengan cat warna merah. Selain genteng terlihat lebih bersih, melapisi genteng dengan cat bisa mengurangi risiko kebocoran ketika hujan turun,” kata Ari saat dijumpai Rumah190.com.

Memakai genteng dari bahan tanah liat juga dipilih oleh Anto, seorang warga Kartotiyasan, Kratonan. ”Saya memilih genteng dari tanah liat karena membuat hawa dalam rumah terasa lebih sejuk. Selain itu, mudah menggantinya jika gentengnya pecah,” ujarnya.

Pada bagian ruang tertentu di rumah Anto, seperti kamar mandi, dapur dan ruang tidur, dipasang genteng dari kaca. Pemasangan genteng kaca ini dilakukan agar cahaya dari luar bisa masuk ke dalam ruangan tersebut. ”Sehingga saat siang hari ruangan tidak gelap meski tidak menyalakan lampu,” kata Anto.

Sementara itu, untuk mencegah rembesan air atau kebocoran saat hujan turun, Anto melapisi gentengnya dengan cat khusus genteng berwarna merah tua. ”Selain itu, salah satu upaya untuk mengantisipasi kebocoran rumah adalah dengan memasang alumunium foil pada reng atap, sehingga air hujan tidak langsung menetes ke plafon.” (Aeranie Nur Hafnie)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS