Jendela selain berfungsi sebagai sarana penyinaran dan penghawaaan alami, juga mempunyai nilai estetika bagi pemilik rumah./dok. Jendela selain berfungsi sebagai sarana penyinaran dan penghawaaan alami, juga mempunyai nilai estetika bagi pemilik rumah./dok.

Daun Jendela, Antara Estetika dan Cita Rasa 

557 Kali

RUMAH190.COM–Tak bisa dibayangkan bagaimana kondisi sebuah rumah tanpa jendela. Rumah pasti akan terasa sumpek dan pengap karena udara segar dari alam dan cahaya matahari tak bisa bebas masuk ke dalam rumah.

Ada beragam pilihan bentuk dan bahan daun jendela yang mendukung keindahan dalam rumah Anda. Daun jendela kaca bertulang kayu dengan engsel atas ukuran 60 cm x 150 cm menjadi pilihan keluarga Sutrisno yang berdiam di perumahan Permata Puri No 36, Colomadu. Pada bagian tulang kayu yang terbuat dari kayu Kalimantan dicat dengan warna putih, sementara kacanya dipilih yang polos.

”Sebenarnya daun jendela ini bawaan dari developer perumahan, agar tampak indah dan sebagai keamanan, saya memberi tambahan teralis dari besi tempa dengan motif bunga sederhana,” ujar Ny Sutrisno saat dijumpai Rumah190.com  di kediamannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jendela kaca bertulang kayu dengan engsel di atas memiliki keuntungan tidak banyak memakan tempat ketika dibuka. Penggunaan jendela jenis ini dianggap sangat cocok ditempatkan pada rumahnya yang berkonsep minimalis. Pada ruang tamu terdapat satu jendela dengan satu daun pintu, sementara di ruang tidur utama dipasang satu jendela dengan dua daun pintu, jendela dengan satu daun pintu di kamar tidur tamu dan dapur.

Budaya Jawa

Dengan banyaknya jendela di rumahnya, diharapkan sirkulasi udara berjalan lancar dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. Untuk perawatannya, Ny Sutrisno mengaku, secara rutin mengelapnya dan mengolesi minyak pada engsel jendela.

Sedangkan bagi yang ingin menciptakan nuansa alami dan kesegaran dalam rumah, memasang banyak jendela bisa menjadi salah satu alternatif cara yang bisa dilakukan. Seperti dilakukan, Fatma yang memasang 11 daun jendela pada rumahnya yang mengadopsi konsep budaya Jawa.

Pada setiap kamar tidur dipasang jendela swing berengsel samping dengan satu daun pintu yang terbuat dari kayu jati. Sementara di kamar tidur utama dipasang tiga jendela dengan enam daun pintu, masing-masing jendela terdiri dari satu daun jendela kayu berbentuk jalusi atau kisi-kisi dengan engsel samping serta selot bawah dan satu daun jendela kaca bertulang kayu dengan selot samping. Semua daun jendela di rumahnya dicat dengan perpaduan warna hijau dan kuning.

”Setiap jendela di kamar tidur utama terdapat daun jendela rangkap, untuk daun jendela luar berbentuk jalusi sedangkan pelapisnya terbuat dari kaca bertulang. Jika saya menginginkan udara dan cahaya matahari bebas masuk ke dalam rumah, semua daun jendela saya biarkan terbuka. Namun jika di luar anginnya terlalu kencang, saya tinggal menutup daun jendela kaca bertulang dengan membiarkan daun jendela jalusi tetap terbuka, sehingga saya masih dapat melihat pemandangan di luar jendela,” ujarnya.

Sementara itu, tukang kayu dari UD Maya Jati di Makamhaji, Eko menyebukan, model daun jendela yang saat ini banyak digemari masyarakat adalah terbuat dari kayu jati. Juga dikombinasikan dengan kaca blok atau daun jendela bertulang kayu dengan kaca blok dan daun jendela kaca bertulang banyak yang memunculkan bentuk kotak-kotak. ”Untuk ukuran daun jendela yang banyak dicari masyarakat biasanya yang ukuran 60X150 sentimeter dan ukuran 70X150 sentimeter,” ujar Eko. ( Aeranie Nur Hafnie)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS