Deretan rumah di komplek Perumahan Fajar Indah, Baturan, Colomadu, Karanganyar, menggunakan desain atap yang sederhana dan tanpa talang. (Dok) Deretan rumah di komplek Perumahan Fajar Indah, Baturan, Colomadu, Karanganyar, menggunakan desain atap yang sederhana dan tanpa talang. (Dok)

Desain Atap : Cegah Bocor dengan Bangunan Majemuk

353 Kali

Pada prinsipnya, desain atap harus dibuat simpel, sederhana, dan tidak terlalu luas. Semakin besar dan semakin luas atap, semakin besar pula akumulasi air hujan yang tertampung. Padahal, potensi kebocoran akan muncul jika semakin banyak air yang tertampung di atap rumah. Namun, prinsip itu sulit agaknya diterapkan bagi rumah yang memiliki luas ruang hingga 100 m2. Untuk memecahkan persoalan itu, akademisi Jurusan Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Muhammad Muqoffa, menawarkan solusi.

Saat ditemui Espos di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, Muqoffa menjelaskan desain atap pada rumah yang memiliki luas ruang hingga 100 m2 masih bisa dibuat simpel, sederhana, dan tidak terlalu lebar. Caranya ialah dengan mendesain rumah dengan bangunan majemuk, bukan tunggal. Artinya, rumah dengan luasan 100 meter persegi itu bisa dibagi menjadi dua bangunan rumah. “Dengan memecah bangunan rumah, luasan atap memang tidak berkurang, tetapi menjadi terbagi. Kalau luas rumah itu mencapai 100 m2, maka luas atap bisa terbagi dua bagian masing-masing 50 meter persegi,” kata Muqoffa.

Secara kualitas, Muqoffa menjelaskan segala macam genting buatan pabrikan atau industri rumah tangga saat ini sudah didesain aman terhadap potensi kebocoran. Kendati begitu, pemasangan genting harus sesuai ketentuan supaya bisa berfungsi dengan maksimal.

Jika penggunaan talang tidak bisa dihindarkan, dia menyarankan pemilihan komponen ini dari bahan galvalum atau besi yang berlapis aluminium dan seng. Menurutnya, talang yang berbahan galvalum tersebut tidak bisa berkarat sehingga relatif aman saat digunakan. Kendati begitu, talang galvalum itu bisa didapatkan dengan harga yang relatif mahal daripada talang berbahan seng atau aluminium biasa. “Masyarakat cenderung tidak merespons persoalan menyangkut bangunan rumah jika sudah terkendala masalah biaya. Masyarakat cenderung lebih merespons hal-hal yang sifatnya praktis yang tidak berdampak besar pada budget,” tandasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS