Langgar Laweyan Langgar Laweyan

Desain Bangunan Bersejarah : Langgar Laweyan

655 Kali

Langgar Laweyan merupakan langgar bersejarah milik keluarga Adji Putranto dan Adji Purwanto, dibangun kurang lebih pada 1918. Menurut riwayat, langgar tersebut pada masa kemerdekaan sering dijadikan tempat untuk berkumpulnya  para pejuang sebelum berangkat bergerilya.

Dalam perkembangannya langgar tersebut pernah mengalami masa vakum kegiatan yang cukup lama seiring dengan banyak bermunculannya fasilitas ibadah sejenis di sekitarnya. Untuk lebih meningkatkan fungsi langgar agar lebih bermanfaat untuk masyarakat, maka pada tahun 2011 keluarga Adji Putranto dan Adji Purwanto merevitalisasi Langgar Laweyan tersebut.

Revitalisasi dilakukan dengan cara pertama. masih mempertahankan bentuk aslinya (bangunan inti) dengan sedikit menambah fasilitas untuk wudhu dan bak penampung air. Kedua, material lama dipertahankan seoptimal mungkin, dengan catatan ada beberapa material lama yang diganti karena sudah tidak dapat difungsikan lagi. Tiga, pagar pembatas langgar (bangunan tambahan) sengaja dihilangkan agar halaman menjadi lebih luas dan leluasa untuk parkir kendaraan para jemaah. Empat, memfungsikan ruangan  sisi timur langgar sebagai serambi depan.

Arsitek: Alpha Febela Priyatmono

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS