Ruang tamu di rumah milik Indah Wardani dipisahkan oleh dinding movable berupa rak dengan desain modern, Senin (24/2). Rak tersebut berfungsi sebagai partisi yang memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga Ruang tamu di rumah milik Indah Wardani dipisahkan oleh dinding movable berupa rak dengan desain modern, Senin (24/2). Rak tersebut berfungsi sebagai partisi yang memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga

Desain Interior: Dinding Movable untuk Ruang Sempit

1812 Kali

Salah satu cara untuk menyiasati ruangan supaya terkesan lebih luas ialah menggunakan dinding movable atau dinding yang bisa dipindah. Dinding yang berfungsi sebagai partisi ruangan itu bisa dipindah-pindah menyesuaikan kebutuhan. Dinding movable itu bisa berupa papan kayu, lemari, kaca, rak, dan lain-lain.

Hal ini dipraktikkan di rumah Indah Wardani, karyawati perusahaan swasta di Kota Solo. Untuk rumahnya di kawasan Ngringo, Jaten, Karanganyar, Indah menghilangkan dinding penyekat antara ruang tamu, ruang keluarga dan dapur rumah demi mendapatkan kesan lebar. Dinding permanen dari batu bata diganti dinding movable berupa rak kayu berdesain modern. Dengan dinding movable itu, dia bisa mengatur luas ruang sesuai kebutuhan. “Saat ada pertemuan keluarga atau arisan perumahan, dinding bisa dihilangkan sehingga ruangan menjadi lebih lebar,” jelas Indah saat ditemui Espos di rumahnya.

Indah juga meninggikan plafon rumah. Sebelumnya, plafon rumah hanya setinggi tiga meter, kini menjadi empat meter. Diakuinya, peninggian plafon rumah itu menimbulkan kesan ruang keluarga terasa lebih lebar. Perubahan juga terjadi pada bagian lantai. Dia mengganti ubin berukuran 40 cm x40 cm menjadi berukuran 50 cm x 50 cm. Penggunaan ubin berukuran 50 cm x 50 cm itu menimbulkan kesan ruangan lebih lebar. “Secara riil, ubin itu memang tidak mungkin menambah lebar ruangan. Tetapi ada kesan lebih lebar jika kami menggunakan ubin yang lebih lebar,” papar ibu dua orang anak ini.

Dosen arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Siam Priyono Nugroho, menjelaskan kesan lebar merupakan bentuk “tipuan mata” dari efek keberadaan garis ubin. “Prinsipnya, semakin banyak garis akan menimbulkan kesan ruangan itu semakin sempit. Kalau garis itu dikurangi, tentu kesan lebar yang didapat. Penggantian ubin dengan ukuran yang lebih lebar itu otomatis menghilangkan banyak garis sehingga membuat ruangan terkesan lebih lebar,” jelasnya.

Yoyon, sapaan akrabnya, mengatakan upaya peninggian plafon tak selalu bisa menimbulkan kesan lebar. Jika ruangan yang ada berukuran kecil peninggian plafon justru menimbulkan efek sempit. “Ruangan sempit dengan plafon yang tinggi justru akan membuat orang serasa berada di dalam tabung,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS