Dok JIBI kamar Anak Dok JIBI kamar Anak

Desain Interior: Kamar Nyaman untuk Anak

404 Kali

Anak-anak idealnya memiliki kamar sendiri saat usia mereka beranjak dewasa. Orang tua harus mengetahui kondisi kamar yang tepat agar anak bisa betah di kamar, apalagi jika sebelumnya anak-anak tidur sekamar dengan orang tua. Lalu, bagaimana kamar yang nyaman untuk anak?

Pakar desain interior dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ken Sunarko, mengatakan idealnya kamar anak dekat dengan kamar orang tuanya. Jangan menempatkan kamar anak terlalu jauh karena anak mungkin menjadi merasa tidak aman. Hal lain yang penting adalah membuat kamar sehat bagi anak. Ada dua faktor, yaitu sirkulasi udara yang cukup [tidak pengap atau lembap] dan mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Ukuran kamar bisa disesuaikan dengan anak. Namun, idealnya selain tempat tidur dan lainnya, ada space yang memungkinkan anak melakukan berbagai aktivitas di dalam kamar.

Space itu bisa digunakan sebagai tempat privasi untuk bermain anak. Mungkin anak mau mengumpulkan benda koleksi, mengambar atau menulis di sana. Ya kamar jangan hanya untuk tempat tidur,” terangnya, beberapa waktu lalu.

Karena anak kadang kurang memperhatikan risiko, hendaknya orang tua menghindarkan anak dari benda-benda berbahaya seperti stop kontak listrik. Kini banyak tersedia stop kontak yang aman untuk anak. Hindarkan pula kabel-kabel listrik karena dikhawatirkan ada bagian yang terkelupas dan berpotensi menyetrum anak.

“Kalau bisa tempelkan kertas ukuran agak besar di dinding kamar. Anak bisa menempel gambar atau mencorat-coret di sana. Kalau sekiranya sudah penuh, orang tua tinggal mengganti kertas itu,” ujar dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS itu.

Salah seorang kontraktor rumah, Hari Purnomo, mengatakan jika lahan yang tersedia masih lapang, sebaiknya anak-anak mendapat kamar dengan ukuran minimal 4 meter x 3 meter. Dengan luas yang cukup, mereka akan kerasan dan tidak merasa terkungkung di dalam kamar.

Warna tembok di dalam kamar sebaiknya disesuaikan dengan sang anak. Anak perempuan biasanya menyukai warna merah muda. Sedangkan dinding kamar anak laki-laki bisa dicat dengan warna abu-abu, biru, atau sesuai kesenangan sang anak.

Kamar hendaknya dilengkapi tempat tidur yang sesuai dengan ukuran anak-anak. Tak perlu terlalu tinggi, tapi sebisa mungkin tidak terlalu rendah. Bagi anak yang sudah duduk di bangku SD, lokasi kamar bisa disetting dekat dengan ruang mainan.

“Kalau dekat dengan ruang mainan, mungkin anak tak perlu jauh-jauh untuk bisa mengambil mainan,” kata dia.

Pencahayaan di dalam kamar juga tak boleh luput dari perhatian. Sebaiknya dipasang penerangan alami atau lampu yang bisa menerangi seluruh areal kamar. Jangan sampai kamar anak terkesan temaram atau mencekam karena lampu atau pencahayaan yang kurang memadai.

“Model sekarang, di kamar anak sudah ada rak dan lemari pakaian. Biasanya jadi satu. Itu bisa membuat mereka semakin nyaman,” ujar alumnus Fakultas Teknik UNS Solo itu.

Meja belajar dengan lampu tambahan sebaiknya juga disediakan di kamar anak. Yang tidak boleh ada di kamar anak adalah piranti entertainmen seperti unit televisi, radio dsb. Sarana entertainment sebaiknya ditempatkan di ruang keluarga sehingga kebersamaan sesama anggota keluarga bisa tetap terjaga. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS