Nicolaus Irawan Pintu Depan Rumah Yeni Suyono Nicolaus Irawan Pintu Depan Rumah Yeni Suyono

DESAIN INTERIOR: Pernik-Pernik di Rumah Dokter

268 Kali

Siapa sangka di atas resto Mom Milk di Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Solo, ada hunian unik milik dokter spesialis kulit dan kelamin Yeni Suyono. Untuk sampai ke hunian di lantai II, saya pun minta izin kepada kasir yang kemudian dengan ramah mengantar melalui sebuah tangga.

Menaiki tangga sudah terasa keunikannya, karena dinding tangga dihiasi stiker bergambar pepohonan dan gambar-gambar tempat wisata terkenal seperti Patung Liberty, Menara Eiffel, Menara Miring Pisa, serta gambar Big Band London.

Begitu pintu rumah dibuka, rumah pasangan Yeni dan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Tito Sumarwoto ini terlihat tanpa banyak sekat sehingga terasa lapang. Di bagian tengah ada empat saka (tiang) penopang atap. Ruang tamu dan keluarga digabung di sisi barat sebelah utara satu deret dengan kamar utama dan kamar anak.

“Rumah kuno peninggalan Belanda di tanah seluas 528 m2 ini dibeli pada 1998. Kemudian sebagian dirobohkan dan direnovasi dengan memadukan gaya modern dan tradisional,” jelas Yeni, beberapa waktu lalu.

Konsep modern diwakili dengan banyaknya jendela kaca, sofa, serta lengkungan di pintu kamar, dan penataan ruang tidur anak. Sentuhan tradisional tecermin dari mebel-mebel lama, ranjang kuno, cermin hias, dan pintu kayu bergaya Keraton Surakarta, serta sejumlah lemari lawas.

Seluruh ruangan dipenuhi dengan pernik-pernik yang semakin menambah cantik ruangan. Dinding sisi barat dekat ruang tamu dan ruang keluarga dipenuhi puluhan bingkai foto keluarga. “Itu foto-foto ketika kami berlibur ke sejumlah lokasi wisata di dalam negeri dan luar negeri [Eropa, Asia, dan Australia],” tutur Yeni.

Tidak hanya foto yang menghiasi ruangan yang dibuat terbuka dan dipenuhi cahaya alam yang masuk melalui jendela kaca di bagian atas ruangan. Ada juga lemari kaca kecil berisi suvenir khas lokasi wisata yang pernah dikunjungi. Mulai dari dalam negeri seperti piring Aceh, gerabah dari Lombok, miniatur jam gadang. Kemudian ada miniatur Menara Eiffel, Menara Petronas, Patung Liberty, dan lainnya.

“Saya juga mengoleksi gantungan kunci dan tempelan untuk kulkas dari sejumlah negara serta daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, saya mengoleksi kunci pintu elektrik dari sejumlah hotel tempat kami menginap ketika wisata ke luar negeri maupun di dalam negeri,” terang Yeni.

Mendampingi koleksi tas-tas cantik, ada buku-buku, serta sejumlah tokoh wayang, seperti Arjuna, Werkudoro, Sadewa, dan Punakawan. “Wayang itu koleksi suami saya, dibeli di Jogja dan Solo. Termasuk sejumlah koleksi benda seni kami beli di Pasar Triwindu Solo,” ujar Yeni. (Arif Fajar S/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS