Bagian Tengah Rumah Rudjito Bagian Tengah Rumah Rudjito

Desain Rumah: Aksen Kayu untuk Pensiunan

1485 Kali

 

Bagian Depan Rumah Rudjito

Bagian Depan Rumah Rudjito

Masa muda Bambang Rudjito, 63, dihabiskan di banyak tempat. Pekerjaan yang mangharuskan pria asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada era 1980-an, dia bekerja di sebuah kapal pesiar di Amerika Serikat selama hampir satu dekade.

“Setelah keluar dari perusahaan itu pada 1988, saya mencoba berwirausaha dengan memanfaatkan modal keterampilan selama saya bekerja,” tuturnya saat dijumpai Rumah190.com, beberapa waktu lalu. “Sampai saat ini, saya masih mengembangkan usaha  yang sudah saya geluti selama bertahun-tahun yakni Rudjito Glass and Craft,” lanjutnya.

Kendati pensiun, ayah dua orang anak itu tidak menghentikan usahanya yang kini berlokasi di kawasan Cemani, Sukoharjo tersebut. Selama menggeluti usahanya itu, Rudjito, setidaknya sudah berpindah-pindah tempat tinggal hingga tiga kali. Terakhir, dia mendirikan rumah pada lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi di Jl. Garuda 4, Pondok Baru, Gentan, Baki, Sukoharjo. Rumah dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter itu mulai dibangun enam tahun silam.

“Di rumah inilah, saya ingin menghabiskan masa pensiun saya. Saya sudah tidak ingin lagi berpindah-pindah tempat tinggal seperti dulu. Saya sudah nyaman tinggal di rumah ini selamanya,” papar Rudjito.

Rumah yang menghadap ke sebelah utara itu didesain dan diarsiteki sendiri. Pembangunan konstruksi rumah selesai dalam satu tahun. Demikian halnya dengan tahapan finishing juga membutuhkan waktu satu tahun. Ke depan, dia berencana mendesain bagian landscape di halaman rumah.

Keunikan rumah tersebut terletak pada bahan material kayu yang digunakan. Sebagian besar kayu merupakan barang bekas yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian kayu diambil dari bekas pendapa rumah yang dibedhol dari kawasan Purwodadi.

Demi kesan klasik, dia sengaja membiarkan lapisan batu bata pada dinding tetap terlihat. Rudjito memilih mendatangkan batu bata dari produsen di Juwiring, Klaten. “Sebetulnya di Boyolali ada batu bata yang lebih berkualitas, selain lebih besar, permukaannya juga lebih halus. Namun batu bata yang halus itu tidak cocok dengan konsep rumah klasik. Oleh sebab itu, saya memilih batu bata yang brocel-brocel [tidak rata] untuk membidik kesan klasik,” ungkapnya.

Rumah Rudjito terdiri atas enam bagian. Selain rumah induk, pada bagian belakang rumah terdapat tiga bangunan berbeda. Satu bangunan di sebelah barat digunakan untuk dapur, kamar makan, toilet dan studio musik. Satu bangunan di sebelah timur digunakan untuk kamar anak dan kamar tamu. Sementara bangunan di bagian tengah dibuat menyerupai pendapa. “Pada umumnya pendapa memang biasa dibangun di depan rumah. Tapi saya tidak memakai peraturan Jawa. Bagi saya, fungsi pendapa itu untuk menerima tamu. Jadi tidak masalah jika pendapa diletakkan di bagian belakang rumah induk,” jelasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS