Limasan Limasan

Desain Rumah: Butuh Setahun Bikin Gebyok Rumit

462 Kali

yok menjadi point of interest dari rumah joglo milik Agus “Solo Chrome”, warga yang tinggal di Jl. Kahuripan Timur, Sumber Krajan, RT 002/001, Sumber, Banjarsari, Solo.

Agus mengakui cukup banyak warga yang berkunjung ke rumahnya untuk sekadar melihat gebyok itu dari jarak dekat. Sebelumnya, Agus memang memiliki impian untuk mempunyai gebyok gaya Kudus dengan desain yang lain dari biasanya. Dia memilih mendesain sendiri motif ukiran itu sebelum dieksekusi oleh tenaga ahli yang didatangkan dari Jepara.

“Desain ukiran yang saya buat itu menggunakan cengkok Kudus namun sudah diperbarui menjadi model tiga dimensi. Ukiran tidak hanya di permukaan kayu, tetapi menyentuh hingga bagian dalam kayu. Dibutuhkan kejelian dan ketelitian. Tinggat kerumitannya lebih tinggi sehingga membutuhkan waktu sekitar setahun untuk membuatnya,” papar Agus, beberapa waktu lalu.

Agus mengaku mempekerjakan tenaga ukir yang didatangkan dari Jepara itu dengan sistem harian. Dia sengaja tidak menggunakan sistem borongan supaya dia bisa mengawasi langsung proses pembuatannya setiap hari. Dia mengakui, saking rumitnya model ukiran, beberapa papan kayu sempat patah di tangan pengrajin. Kendati masih bisa disambung dengan lem kayu, Agus memilih membuang papan ukiran tersebut lalu menggantinya dengan papan yang baru. “Kalau ada yang salah langkah, langsung diganti dengan yang baru. Saya tidak ingin ada cacat pada permukaan ukiran. Kami juga tidak menggunakan teknik tempel. Semua ukiran itu dipahat langsung di permukaan kayu,” paparnya.

Rumah joglo milik Agus didirikan di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi. Rumah joglo itu didirikan di bagian depan, sementara bagian belakang dibangun rumah dengan dinding permanen. Permukaan dinding rumah joglo itu menggunakan bata tempel terakota yang didatangkan dari Kebumen yang dikenal sebagai pusat produksi genteng Sokka. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS