Bisnis.com Bisnis.com

Desain Rumah: Fasad Secondary Skin Makin Diminati

253 Kali

Dosen Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Siam Priyono Nugroho, menilai gaya arsitektur yang berkembang saat ini lebih variatif. Artinya, bisa dibilang, saat ini tidak ada dominasi bangunan dengan gaya atau style yang mainstream. “Sepuluh tahun lalu, era minimalis mulai merebak. Namun, kecederungan yang terjadi kini, gaya bangunan mengarah pada green design dan seni dekoratif,” ujar pria yang akrab disapa Yoyon ini, beberapa waktu lalu.

Model fasad yang banyak ditemukan di era modern saat ini, kata Yoyon, ada dua jenis. Pertama, fasad terbentuk secara otomatis dari bangunan yang dibuat. Fasad kedua berupa model secondary skin yang menutupi fasad pertama. “Ada banyak bahan untuk membuat fasad model secondary skin. Beberapa di antaranya adalah glass fibre reinforced concrete (GRC), aluminium composite panel (ACP), kaca sebagai curtain wall, panel pelat besi, dinding tanaman atau green wall dan lain-lain,” kata Yoyon.

Secondary skin yang biasanya disebut kulit luar kedua awalnya hanya berfungsi untuk mereduksi panas dari sinar Matahari yang menerpa dinding secara langsung. Sebagaimana diketahui, rumah tropis rentan terpapar sinar Matahari secara langsung sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih panas. Di sinilah secondary skin berguna untuk menahan sinar Matahari langsung plus tampias hujan. Kini, fungsi secondary skin tersebut sudah berkembang. Belakangan secondary skin kerap pula digunakan sebagai nilai tambah penunjang estetika bangunan rumah. Dengan berkembangnya ilmu arsitektur dan kebutuhan masyarakat akan rumah yang ideal, secondary skin sekarang tidak hanya mengedepankan fungsinya, tetapi juga harus bisa menyatu dengan desain arsitektur yang ada. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS