Omah Lodji Omah Lodji

Desain Rumah: Genitnya Gaya Jengki

1318 Kali

Rumah yang berlokasi di Jl. Kolonel Sutarto, Panggung, Jebres, Solo itu berbeda dengan bangunan di sekelilingnya. Dilihat dari samping, bangunan rumah berlantai dua itu berbentuk trapesium. Dinding bagian depan rumah bergaya jengki ini berbentuk miring. Tiang penyangga atap dibuat miring dan mengerucut ke bawah. Bagian jendela rumah juga didesain miring sehingga membuat kesan ekstrem pada rumah yang kini difungsikan sebagai lokasi Wedangan Omah Lodji ini.

Istilah jengki biasanya digunakan untuk menyebut produk dengan bentuk atau desain yang keluar dari pakem. Selain rumah, istilah jengki juga digunakan untuk menyebut sepeda, celana, hingga mebel. ”Kata jengki berasal dari istilah yankee [sebutan bagi orang-orang New England yang tinggal di bagian Utara Amerika Serikat] yang berkonotasi negatif atau semau gue. Istilah jengki memang biasa digunakan untuk menyebut beberapa karakter yang keluar dari mainstream pada masanya,” ujar pengajar desain interior Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Anung B. Studyanto, beberapa waktu lalu.

Karakter rumah bergaya arsitektur jengki memiliki kekhasan tersendiri. Langgamnya berbeda dengan gaya arsitektur kolonial, bahkan gaya arsitektur tradisional yang tersebar di Tanah Air. Kendati keluar dari mainstream, rumah jengki digolongkan sebagai karya arsitektur modern khas Indonesia. Di Indonesia, rumah jengki mulai tumbuh dan berkembang pada era 1950-an.

“Karena terjadi pergolakan politik di Indonesia, para arsitek Belanda dipulangkan ke negerinya pada era 1950-an. Para arsitek Belanda ini memiliki pendamping atau asisten ahli bangunan yang berasal dari pribumi. Mereka adalah ahli bangunan lulusan sekolah arsitek yang kemudian mengembangkan rumah-rumah bergaya khusus yang disebut jengki. Mereka ingin membebaskan diri dari segala yang berbau kolonialisme sehingga membuat desain sendiri,” terang Anung.

Rumah bergaya jengki yang dikembangkan ahli bangunan pribumi ini kemudian menyebar di kota-kota di Indonesia, termasuk Solo. Ciri khas rumah bergaya jengki antara lain dinding bagian tepi miring ke luar dan membentuk bidang segi lima. Bidang atap tidak bertemu. Bidang tegak di antara ke dua bidang atap yang miring direkayasa menjadi lubang ventilasi. Teras atau beranda disangga tiang berbentuk V atau semakin kecil ke bawah. Jika dilihat dari luar, rumah jengki tampak miring, namun interiornya masih berbentuk kubus. ”Bersama rekan saya, Bapak Rahmanu, kami pernah menginventarisasi sejumlah rumah jengki di Solo beberapa tahun lalu. Inventarisasi rumah jengki mendesak dilaksanakan supaya jejaknya bisa ditelusuri. Rumah jengki bisa menjadi bahan inspirasi pembangunan rumah-rumah modern yang ingin menampilkan kesan klasik,” papar Anung. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS