JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino Pola berbentuk lingkaran untuk ornamen dan pilar menghiasi ruang lobby bangunan gedung induk Siti Walidah kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino Pola berbentuk lingkaran untuk ornamen dan pilar menghiasi ruang lobby bangunan gedung induk Siti Walidah kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Desain Rumah: Kesan Mewah Pilar Klasik

78 Kali

Keberadaan pilar sangat penting bagi rumah sebagai penyangga komponen atas bangunan. Namun pilar juga dapat dimanfaatkan untuk memperindah tampilan eksterior sebuah rumah sehingga tampak lebih cantik atau mewah.

Jika kita jalan melewati kompleks perumahan elite maka dengan sangat mudah menemui rumah bergaya klasik ramai pilar. Kesan yang muncul ketika melihat rumah gaya klasik berpilar itu adalah kemewahan dan kemegahan.

Ellen Septiane, praktisi desain dari Ecoote Studio, mengungkapkan kehadiran pilar begitu urgen bagi rumah secara struktur dan estetika. Kalau secara struktur, pilar berfungsi menopang kanopi bangunan umumnya berada di teras. Sementara secara estetis, keberadaan pilar dapat menguatkan identitas desain bangunan itu sendiri.

“Peran pilar di gaya klasik pilar gaya klasik itu penting sekali,” ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), belum lama ini.

Sebab, rumah dengan bergaya klasik identitasnya berada di pilar-pilar itu. Menurut dia, para desainer umumnya sengaja menambah jumlah pilar pada rumah klasik meski tidak terlalu penting secara fungsi. Misalnya dua pilar saja sudah cukup menopang pilar, tapi terkadang ditambah menjadi empat guna memperkuat identitas gaya klasik itu sendiri.

“Kalau kita lihat bangunan seperti Gedung Mahkamah Konstitusi, pilarnya banyak. Itu untuk memperkuat gayanya,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin membangun rumah dengan konsep tersebut, yang perlu diperhatikan adalah komposisi dengan bagian muka gedung.  Bila pilar terlalu besar atau dominan,  maupun terlalu kecil tentu kurang bagus, alasannya komposisi menjadi tidak seimbang.

“Untuk bahan-bahan  material pilar tergantung dari fungsinya. Kalau memang struktural ya harus memenuhi standar sipil bangunan, jadi biasanya harus kuat  yaitu dicor,” ujarnya.

Adapun ihwal keperluan estetika, pilar dapat dipesan sesuai ukuran yang diinginkan nanti tinggal instalasi di lapangan. Menurut Ellen, pilar estetis tersebut tetap harus disesuaikan dengan gaya bangunan rumah klasik seperti Klasik Yunani, Klasik Romawi, Neo Klasik, Rennaisance, dan konsep klasik lainnya.  “Kadang orang awam cuma tahu buat rumah berpilar untuk kelihatan bagus saja, tapi tidak sinkron dengan keseluruhan gaya rumahnya,” ujarnya.

Selebihnya Ellen mengatakan diameter pilar bergantung pada tinggi rumah, jika makin tinggi maka diameternya harus lebih besar. Namun tak ada ukuran pasti karena hal itu kembali disesuaikan pada kebutuhan.

Adapun penggunaan warna, agar tidak terkesan monoton. Alternatifnya dapat mencoba warna pilar yang sedikit berbeda dengan warna dinding, dengan catatan jangan terlalu kontras.  “Karena kalau kontras nantinya akan terlihat aneh,” ujarnya.

Soal luas halaman bagi rumah berpilar tidak ada ketentuan tertentu, tapi ada baiknya rumah berpilar memiliki halaman luas sehingga eksterior bangunan itu dapat terlihat. Sebaliknya jika terlalu mepet dengan jalan, maka kesan kemehawannya tidak terlihat.

Perlu digarisbawahi, menurut Ellen desain rumah bergaya klasik berpilar tidak menjadi tren karena memerlukan waktu yang tak sebentar untuk membangunnya. Ellen mengatakan para desainer kini lebih mendesain rumah dengan gaya modern berkesan minimalis. (Dika Irawan/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS