Sunaryo Haryo Bayu Ruang tamu Rumah Ir Sunariyanto Sunaryo Haryo Bayu Ruang tamu Rumah Ir Sunariyanto

Desain Rumah: Kreasi Ruang Tamu Idaman

430 Kali

Ruang tamu biasanya merepresentasikan sifat dan preferensi sang pemilik. Biasanya ruangan ini didesain sesuai selera sang pemilik.

Khusus untuk ruang tamu, hal utama yang harus diperhatikan adalah pemilihan tema. Biasanya, tema menyesuaikan minat atau profesi sang pemilik.

Tema sangat tergantung pada pemilik. Ada banyak tema, di antaranya tema alam, tema ramah lingkungan, tema ceria (dinamis), tema statis. Semua itu bisa dipelajari,” ujar pakar desain interior dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Soepono Sasangka.

Pemilihan tema akan berpengaruh terhadap pemilihan warna dinding, jenis furnitur yang digunakan, maupun hiasan dinding.

Soepono mencontohkan jika pemilik rumah ingin membuat ruang tamu bertema go green, dia harus melihat sifat dasar go green tersebut. Konsep itu dapat diartikan mampu menghemat energi. Implementasinya, misalnya pengurangan penggunaan listrik. Air conditioner (AC) dihidupkan minimal 24 derajat Celcius. Material yang digunakan menggunakan barang bekas seperti kayu bekas. Untuk pewarnaan, tidak menggunakan pewarna kimia tetapi dengan pewarna alami seperti batu bata yang ditata dengan menarik.

Untuk warna dinding, kata green yang dimaksud itu tidak selalu harus hijau tetapi warna yang bisa menjadikan cahaya buatan menjadi hemat,” ujar lelaki yang tinggal di Perumahan UNS IV Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo itu.

Namun, tren rumah go green berimplikasi pada harga material yang lebih mahal karena dibuat di luar pabrikan.

Sementara itu, untuk ruang tamu dengan tema ceria, pemilik bisa mengaplikasikan warna cerah seperi kuning dan jingga pada dinding. Orang ceria biasanya dinamis, sehingga furnitur yang digunakan juga merepresentasikan sifat itu. Pemilik bisa memilih meja dan kursi dengan kaki berukuran kecil.

Untuk ornamen dinding, pemilik bisa menggunakan bentuk-bentuk tak beraturan, kekinian, ringan, ramping dan berwarna cerah. Lampu-lampu pun juga dibuat senada tema itu.

Hal berbeda bisa dilihat pada ruang tamu dengan tema berwibawa. Benda-benda yang ada di sana cenderung masif dan simetris. Biasanya berkebalikan dengan tema dinamis atau ceria,” terangnya.

Sedangkan untuk tema vintage, pemilik biasanya menggunakan gaya arsitektur dan furnitur tahun 1950-an. Namun, mereka tidak menggunakan secara persis seperti tempo dulu. Gaya arsitektur itu diolah dengan semangat zaman sekarang.

Pakar desain interior lainnya dari UNS Solo, Mulyadi, mengatakan pemilik rumah bisa menambahkan beberapa elemen estetika pada dinding ruang tamu. Elemen estetika tersebut bermacam-macam, misalnya lukisan dan ukiran. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS