Rumah tua yang berlokasi di kompleks Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten. Rumah yang diperuntukan Administratur pada zaman Belandan dan direktur PG Gondang Winangoen. Rumah tua yang berlokasi di kompleks Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten. Rumah yang diperuntukan Administratur pada zaman Belandan dan direktur PG Gondang Winangoen.

Desain Rumah Kuno: Keperkasaan Rumah Administratur PG

1303 Kali

Bangunan rumah itu sejatinya berusia lebih dari 1,5 abad. Namun, kekokohannya tak tertandingi oleh bangunan-bangunan rumah di sekitarnya yang usianya jauh lebih muda.  Keperkasaan rumah tua yang berlokasi di kompleks Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten, itu sudah teruji saat terjadi gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter pada 2006 silam.

“Saat bangunan rumah di sekitarnya rata dengan tanah, rumah ini tetap berdiri kokoh. Hanya ada beberapa genteng yang melorot dari tempatnya,” kata Koordinator Pengembangan Agrowisata PG Gondang Winangoen, Ahmad Zaqi Fuadi, saat ditemui Rumah190.com, beberapa waktu lalu.

Penghuni rumah itu tak sembarangan. Di zaman penjajahan Belanda, hanya administratur atau direktur PG Gondang Winangoen yang berdiri sejak 1860 yang boleh tinggal di situ. Bangsa pribumi saat itu menyebut seorang administratur sebagai tuan besar. “Karena menjadi rumah dinas tuan besar, rumah ini lalu dijuluki rumah besaran. Sejak 2004 silam, rumah besaran itu mulai difungsikan sebagai home stay bagi wisatawan,” lanjut pria lulusan Sastra Inggris, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Selain bata merah utuh, bahan kontruksi dinding rumah itu terdiri atas pasir, gamping, dan pecahan bata yang dihaluskan. “Saat disentuh dengan jari atau kuku, dinding itu memang terlihat keropos. Tapi kalau dipukul dengan benda tumpul, seperti ada pantulannya sehingga tidak mudah rusak. Berbeda dengan kontruksi bangunan sekarang yang cenderung keras, tapi sekali dipukul langsung patah,” ujarnya.

Zaqi menyebut salah satu faktor yang membuat bangunan rumah itu tetap kokoh adalah ketebalan dinding utamanya yang mencapai setengah meter. Sementara dinding partisi ruangan setebal 30-40 cm.

Bangunan rumah seluas sekitar 400 meter persegi tersebut memiliki enam ruang utama. Empat di antaranya digunakan untuk kamar tidur, sementara sisanya digunakan untuk ruang pertemuan dan pantry. Sejak 2010 lalu, PG Gondang Winangoen ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Sebagai bangunan cagar budaya, bentuk kontruksi rumah itu selalu dipertahankan. “Konstruksi dasar tetap dipertahankan bentuk aslinya. Renovasi hanya sebatas penambahan kamar mandi dan furnitur. Ciri khas rumah ini kita tetap kita tonjolkan pada beberapa bagian seperti ventilasi, pintu lengkung, plafon, pilar atap, sebagian ubin bertektur mozaik, dan lain-lain,” paparnya.

Petugas Sumber Daya Manusia (SDM) PG Gondang Winangoen, Jauhari, mengatakan selama 154 tahun, terdapat 25 administratur yang memimpin pabrik gula tersebut. “Doekoet menjadi administratur pertama dari bangsa pribumi sebelum pengelolaan pabrik ini diserahkan kepada pemerintah RI pada 1957. Sementara Imam Soepeno menjadi administratur pertama dari pribumi setelah pengelolaan pabrik dialihkan kepada pemerintah RI pada 1958,” ujarnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS