desainrumahidamanku.com Konsep Rumah Panggung Permukaan tanah yang miring justru dipandang sebagai potensi alam yang harus dikembangkan. desainrumahidamanku.com Konsep Rumah Panggung Permukaan tanah yang miring justru dipandang sebagai potensi alam yang harus dikembangkan.

Desain Rumah: Lahan Miring Bukan Masalah

3100 Kali

 

Lahan miring di kawasan perbukitan kebanyakan digunakan untuk pertanian. Namun, tidak sedikit pula lahan miring yang dijadikan lokasi berdirinya hunian. Bagi kebanyakan orang, lahan miring masih dianggap sebagai masalah sehingga harus diratakan terlebih dulu sebelum didirikan bangunan di atasnya. Namun bagi sebagian orang, permukaan tanah yang miring justru dipandang sebagai potensi alam yang harus dikembangkan.

“Sebetulnya lahan miring itu tidak perlu diratakan. Itu justru menjadi potensi yang harus dikembangkan supaya menjadi daya tarik tersendiri bagi rumah yang akan dibangun,” ujar akademisi Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Alpha Febela Priyatmono.

Menurut Alpha, lahan miring tidak perlu dianggap sebagai masalah. Dia menyebut pembangunan rumah di lahan miring selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang ramah dengan alam. Sebelum membangun rumah di lahan miring, kata Alpha, terdapat beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan. “Cek dulu kekuatan tanahnya. Pastikan tanah itu tidak gembur. Kalau gembur tentu terdapat potensi longsor yang membahayakan keselamatan penghuni rumah,” paparnya.

Selain mengecek kekuatan tanah, lanjut Alpha, pastikan lahan tersebut berada di kawasan tidak terlarang untuk didirikan bangunan. Dalam hal ini, Alpha menekankan pentingnya aspek legalitas formal dari lahan tersebut. “Jika dalam Perda RTRW [Rencana Tata Ruang Wilayah], lahan itu masuk kawasan hijau yang dilarang didirikan bangunan ya jangan dilanggar,” ungkapnya.

Setelah aspek legalitas formal terpenuhi, desain rumah bisa disusun menyesuaikan dengan permukaan tanah. Jika kekuatan tanah kurang memadai, Alpha menyarankan penggunaan pondasi dengan tiang pancang untuk penguatan tanah. “Panjang tiang pancang itu harus sampai pada tanah keras. Kalau permukaan tanah sudah keras seperti padas, tidak perlu menggunakan tiang pancang,” jelasnya.

Rumah di lahan miring di perbukitan tidak hanya dilirik sebagai lokasi hunian bersama keluarga. Dengan desain yang unik, bangunan ini juga bisa dikembangkan sebagai vila maupun penginapan. Namun, desain rumah hunian keluarga harus dibuat berbeda dengan vila atau penginapan. “Kalau untuk rumah huni, pemandangan alam yang indah itu sebaiknya bisa dinikmati dari ruang keluarga atau ruang makan karena di sanalah semua anggota keluarga biasa berkumpul. Kalau untuk vila, pemandangan alam itu sebaiknya bisa dinikmati di setiap jendela kamar,” tandasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS