Suasana di dalam gua Suasana di dalam gua

Desain Rumah: Padepokan Dilengkapi Gua dari Bekas Kolam Ikan

405 Kali

 

Gua Gong merupakan salah satu gua yang paling populer daerah Pacitan. Keberadaan stalaktit dan stalagmit menjadi pesona tersendiri dari gua itu. Namun, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Pacitan untuk melihat gua yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit layaknya Gua Gong. Di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar ternyata bisa ditemukan gua menyerupai Gua Gong.

Gua itu berada di samping rumah Basuki Teguh Yuwono, seorang empu sekaligus pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Tidak hanya stalaktit dan stalagmit, pengunjung juga bisa melihat bahkan memegang fosil-fosil binatang purba. Lebih dari 8.000 fosil baik yang berukuran besar hingga ukuran kecil tersimpan dalam gua itu. Beberapa koleksi fosil itu antara lain rahang bawah gajah, paha gajah, rahang kuda nil, kepala badak, kepala kerbau, hingga fosil belut, cacing dan udang seukuran lobster.

“Sebagian fosil itu didapat dari dasar Sungai Bengawan Solo. Sebagian lagi didapat oleh para penggali pasir di daerah sekitar. Semua fosil itu sudah dilaporkan kepada Museum Sangiran dan sudah diinventarisasi negara,” kata kakak Basuki, Bamban Yuwono, beberapa waktu lalu.

Lorong gua dibuat untuk menyimpan fosil-fosil tersebut. Siapa sangka, gua yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit tersebut sebelumnya adalah sebuah kubangan kolam ikan. Jika stalaktit dan stalakmit di Gua Gong bisa terbentuk karena tetesan-tetesan air yang berlangsung selama ratusan bahkan ribuan tahun, berbeda halnya dengan stalaktit dan stalagmit dalam gua buatan itu. Dinding gua berikut stalaktit dan stalakmit itu ternyata dibuat dari bahan fiber. Namun, stalaktit dan stalagmit itu didesain sedemikian rupa hingga menyerupai wujud aslinya.

Gua tersebut berdiameter sekitar 11 meter dengan ketinggian lorong empat meter. Bagian atas gua itu sebetulnya berupa dak beton. Sementara pada bagian dak beton itu difungsikan sebagai ruang terbuka untuk pertunjukan seni. Tak jauh dari ruang pertunjukan itu berdiri sebuah menara dengan ketinggian sekitar enam meter. Bagian tengah menara itu berisi tendon air, sementara bagian atas menara berisi kentungan. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS