buildinghomes.ca Tak hanya indah, bahan lantai untuk garasi juga harus kuat karena menopang beban kendaraan yang berat setiap hari. buildinghomes.ca Tak hanya indah, bahan lantai untuk garasi juga harus kuat karena menopang beban kendaraan yang berat setiap hari.

Desain Rumah: Pilih Lantai Garasi Yang Kuat

631 Kali

Garasi merupakan bagian dari rumah yang berfungsi untuk melindungi kendaraan roda empat dari cuaca dan pencuri. Ditinjau dari letaknya, tidak ada aturan baku mengenai penempatannya ideal sebuah garasi. Semua disesuaikan dengan kondisi desain rumah dan kenyamanan pemiliknya. Namun saat memilih lokasi untuk garasi, perlu dipastikan bahwa pemilik tidak kesulitan saat akan memasukkan dan mengeluarkan kendaraan. Mengenai ukuran, garasi juga harus disesuaikan dengan ukuran kendaraan. Kita harus memastikan lebar garasi berukuran minimal seukuran lebar mobil dalam keadaan pintu terbuka. Jika garasi menjadi akses alternatif menuju ruangan lain rumah, maka sisakan pula space agar orang dapat berjalan di sana.

Sementara itu, lantai garasi memiliki beban yang cukup berat karena menopang kendaraan setiap harinya. Oleh sebab itu diperlukan pemilihan bahan yang kuat untuk membuat lantai garasi. Kepala Laboratorium Bahan Dan Proses di Fakultas Seni Rupa Dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ambar Mulyono, mengatakan jenis bahan sederhana yang mudah dijumpai untuk lantai garasi di antaranya adalah beton atau plester, keramik, batu alam, batu sikat, dan kayu. Masing-masing jenis bahan ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Beton atau plester memiliki kekuatan yang bagus. Dengan komposisi yang baik, beton sangat awet dan kuat menahan beban kendaraan roda empat. Sebaliknya jika dalam pembuatannya kurang baik, akan mudah terjadi kerusakan seperti retak rambut yang pada jangka panjang akan membuat keretakan yang lebih besar.

“Semen ini kan butuh waktu matang sekitar 28 hari. Selama itu butuh air yang cukup. Jika tidak maka akan timbul retak rambut. Solusinya adalah pada saat masih baru, rajin menyiram air agar kematangannya merata. Atau menggunakan semen pelapis khusus seperti MU,” kata dia, beberapa waktu lalu. Dia menambahkan aplikasi beton ini bisa sesuai selera dan harganya relatif murah.

Sementara itu, jenis lantai lain untuk garasi adalah keramik. Bahan ini cukup populer dan memiliki kekuatan yang baik asal kepadatan dasarnya terjaga. Keramik ini memiliki ragam yang sangat banyak baik dari segi model maupun ukurannya. Bahkan dengan teknologi printing saat ini, tampilan keramik ini bisa memiliki tekstur tiga dimensi.

Bahan lantai garasi lainnya adalah batu alam. Batu alam berukuran khusus maupun batu alam pecah sama-sama bagus untuk digunakan sebagai lantai garasi dan memiliki kekuatan yang baik. Motif dan jenis batu alam juga saat ini semakin banyak dan mudah dijumpai di pasaran. Teksturnya yang kasar cukup menguntungkan karena tidak membuat roda kendaraan mudah selip.

Jenis lantai selanjutnya adalah batu sikat. Jenis ini merupakan batu kerikil berukuran kecil dan aneka warna, biasanya berbentuk bundar atau lonjong disebut batu sikat. Batu ini bisa dikombinasikan dengan material lain seperti keramik atau batu alam atau dibuat pola tertentu agar kelihatan lebih artistik. “Batu sikat untuk lantai garasi sebenarnya sudah lama sekali dipakai orang dan lebih cocok untuk carport. Proses pemasangan ini awalnya menentukan pola beserta pembatasnya. Setelah itu taburkan batu yang sudah dicampur dengan adukan semen itu sesuai pola secara merata. Biarkan dan ketika masih agak basah, bersihkan batu dengan menggunakan sikat,” imbuh lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.

Selanjutnya adalah bahan kayu. Umumnya lantai garasi dari kayu ini dibuat menjadi parket. Namun pada kenyataannya bahan kayu ini jarang sekali dipakai untuk garasi. Pasalnya kayu tidak memiliki kekuatan seperti bahan lain. Perawatannya pun cukup sulit karena kayu akan mudah tergores roda kendaraan.”Kayu ini mudah tergores. Selain itu untuk lantai garasi menuntut bahan yang solid agar muai-susutnya tidak terlalu tinggi. Nah, ini kan sudah sangat sulit didapat. Sebagai gantinya, saat ini banyak kayu olahan yang kadar muai-susutnya kecil,” pungkasnya.

Sementara itu, owner Laras Cipta Studio (Rastadio) Solo, Abdul Fatah, mengatakan tipe lantai untuk garasi cenderung dipilih bahan keramik glossy hingga granit. Pertimbangan ini didasarkan atas kenyataan bahwa garasi sering multifungsi, selain untuk parkir juga sebagai tambahan area tamu atau halaman tertutup. “Sekarang di pasaran banyak dijual  keramik garasi bermotif jadi. Kalau menurut saya lebih baik bermotif besar agar (garasi) terlihat luas. Mengenai material, tergantung selera, tema rumah atau pertimbangan bujet,” kata dia. (Akhmad Ludiyanto/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS