20120909_ruang_utama_rempah_II

Desain Rumah: Ruang Kerja Harus Nyaman

561 Kali

Suara merdu penyanyi Nisya Ahmad dengan lagunya berjudul Di Seluruh Dunia, mengalun syahdu di area front office Rempah Rumah Karya, Gajahan, Colomadu, Karanganyar, beberapa waktu lalu. Dua karyawan Rempah Rumah Karya duduk santai di depan komputernya masing-masing.

Di belakang mereka, terdapat sebuah lemari terbuka yang digunakan untuk meletakkan aneka berkas, furnitur kecil dan kenang-kenangan dari beberapa kolega.

Sementara di bagian paling atas dari Rumah Rempah Karya tersebut, terdapat sebuah ruangan berukuran sekitar 4 meter x 10 meter yang digunakan sebagai ruang kantor Rempah Rumah Karya. Ruangan yang sebagian besar terdiri atas kayu itu ditata sedemikian rupa sehingga nyaman digunakan sebagai ruang kerja pemilik Rempah Rumah Karya, Paulus Mintarga dan sekitar 10 orang karyawannya. Jika bagian utara dan selatan ruangan tertutup kayu hingga bagian atas, bagian sebelah barat ditutup dengan kaca sehingga pada siang hari, ruangan tersebut mendapatkan cahaya alami matahari yang memadai.

Untuk mengurangi panas ketika matahari bersinar dari arah barat, Paulus memasang puluhan tanaman yang disusun bertingkat di bagian luar atas kaca. Sementara bagian bawah diberi tirai dari bambu. Pencahayaan ruang juga diperoleh dari pintu kaca di bagian timur ruangan dan jendela kaca kecil di bagian utara.

Ruangn kantor tersebut didesain simpel namun nyaman digunakan. Sebuah meja besar diletakkan di bagian tengah ruangan. Sementara bagian pinggir ruangan di sebelah utara dan selatan, diletakkan meja panjang sebagai meja kerja para karyawan. Di atas meja panjang itu, dipasang besi yang langsung dihubungkan dengan atap ruangan yang terbuat dari baja ringan. Bagian antar besi itu diberi kayu tebal sehingga bisa digunakan sebagai tempat untuk meletakkan aneka berkas.

Paulus mengungkapkan ia sengaja mendesain ruang kantor yang sederhana, namun nyaman untuk bekerja. Sebagai arsitek, ia berusaha memenuhi standar ruang kantor yang nyaman untuk para arsitek.

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan untuk menciptakan ruang kantor yang nyaman. Yaitu aspek luas bangunan, pencahayaan dan pengudaraan. Luas bangunan ditentukan berdasarkan kapasitas ruangan. “Jika orang yang berada di ruangan itu banyak, tentu ruangannya lebih luas. Sebaliknya jika nantinya hanya digunakan beberapa orang, ruangan tidak terlalu luas,” jelasnya.

Faktor pencahayaan dan pengudaraan, terangnya, bisa disiasati dengan lampu penerangan dan adanya air conditioner (AC). Namun jika perusahaan juga menghendaki hemat energi, perlu diupayakan ruang kerja yang memungkinkan penggunaan energi lebih sedikit.

Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Muhammad Muqoffa, menerangkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mendesain ruangan yang nyaman. Yaitu kenyamanan teknis, fungsional dan termal. Setiap orang dengan jenis pekerjaan tertentu, memiliki standar kebutuhan tersendiri sehingga secara fungsional ia nyaman berada di ruangangan tersebut. Kenyamanan termal berkaitan dengan pengkondisian ruang. “Dengan adanya AC, masalah ini bisa diatasi asalkan dananya memenuhi,” jelasnya.

Sementara kenyamanan teknis berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis. Misalnya desain ruangan dengan memperhatikan faktor keamanan jika suatu saat terjadi kebakaran. (Eni Widiastuti/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS