plafon unik dari kayu plafon unik dari kayu

Desain Rumah: Rumah Kuno dengan Plafon Unik

790 Kali

 

Rumah Sriningsih di Delanggu, Klaten (Dok)

Rumah Sriningsih di Delanggu, Klaten (Dok)

plafon unik dari kayu

plafon unik dari kayu

Rumah itu sudah terlihat dari kejauhan saat Rumah190.com memasuki Dukuh Kragan, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten, Rabu (30/4). Atapnya tinggi menjulang sehingga terlihat paling menonjol di antara bangunan-bangunan rumah di sekelilingnya. Atap rumah dua lantai itu berbentuk limas atau mengerucut ke atas layaknya sebuah pendapa.

“Dahulu, ini rumah peninggalan almarhum ibu angkat saya [Hj. Sukeni Yasin Joyosudiro]. Sejak 1995, rumah ini direnovasi. Sebagian bangunan dibongkar, namun sebagian lagi dipertahankan,” kata Sri Ningsih, 40, penghuni rumah tersebut, beberapa waktu lalu.

Keunikan rumah ini tidak hanya berada pada bagian atap. Bagian interior rumah juga didesain berbeda. Namun, perbedaan paling menonjol dengan rumah pada umumnya terletak pada bagian plafon dan keramik yang menghiasi dinding. Rumah dengan luas sekitar 800 meter persegi yang berdiri pada lahan seluas sekitar 900 meter persegi itu terdiri atas dua bagian yang berdampingan. Sejumlah ruangan di rumah utama yang terletak di sebelah barat menggunakan plafon berbahan kayu jati. Uniknya, kayu jati itu tidak berupa lembaran melainkan berupa potongan-potongan memanjang sehingga membentuk aksen garis-garis.

“Tingkat kesulitan membuat plafon ini sangat tinggi. Ibarat membatik. Semua potongan-potongan kayu itu dipasang satu-satu. Semuanya dikerjakan di atas. Saking sulitnya, para tukang saat itu mengeluh lehernya sampai tengeng karena terlalu sering menengadah ke atas,” seloroh istri dari Tugiman, 48 ini sambil terkekeh.

Tingkat kesulitan yang tinggi membuat proses pembuatan eternit tersebut membutuhkan waktu yang lama. Sri Ningsih mengaku tidak ingat berapa lama yang dibutuhkan untuk membuat eternit tersebut. Namun, renovasi rumah secara keseluruhan saat itu membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Rumah ini memiliki enam kamar. Satu kamar berada di lantai dua. Sementara lima kamar berada di lantai satu. Masing-masing kamar pun memiliki desain eternit yang berbeda-beda. Sejumlah tiang penyangga rumah itu juga dilapisi dengan kayu jati bermotif garis-garis. Permukaan dinding rumah itu dipenuhi dengan keramik dengan tektur berwarna gelap. “Keramik dengan tektur seperti ini sekarang sulit dicari. Kalau salah satunya pecah ya repot karena keramik model demikian sudah tidak diproduksi lagi,” papar Tugiman. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS