Sunaryo Haryo Bayu Fasad rumah modern milik Harry Sulistyawan Sunaryo Haryo Bayu Fasad rumah modern milik Harry Sulistyawan

Desain Rumah: Tandai Identitas dengan Fasad

498 Kali

Salah satu hal penting dari eksterior rumah atau bangunan terletak pada bagian fasad. Fasad atau fasade berasal dari kata façade. Kata façade diambil dari bahasa Latin facies yang merupakan sinonim dari face yang berarti wajah dan appearance yang berarti penampilan. Fasad bangunan merupakan elemen arsitektur terpenting yang mampu menyuarakan fungsi dan makna sebuah bangunan.

Fasad tidak sekadar berfungsi sebagai penanda bagian wajah atau muka rumah. Fasad juga berfungsi sebagai penanda identitas, bahkan sebagai media penyampai pesan filosofis bagi penghuninya. Fasad yang didominasi warna merah, misalnya, menandakan semangat dan keberanian, sementara warna hijau menandakan kesejukan.

“Fasad juga berfungsi sebagai media ekspresi dan penanda ciri khas bangunan. Jadi fasad itu elemen arsitektur yang sangat penting,” ujar pengajar Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Siam Priyono Nugroho.

Membuat konsep fasad menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan ketika membuat perencanaan pembangunan rumah. Perencanaan matang diperlukan supaya fasad rumah terlihat lebih cantik, anggun, elegan, modern dan enak dipandang mata. Fasad yang tampil kreatif tentu menjadi pembeda dengan rumah orang lain. Keunikan desain fasad rumah akan menjadi pusat perhatian atau point of view setiap mata yang melihatnya.

Pria yang akrab disapa Yoyon ini menjelaskan fasad memiliki banyak komponen. Beberapa di antaranya adalah elemen struktur bangunan, dinding, bukaan jendela atau pintu, bentuk atap dan aksesori estetik lainnya.

Bentuk fasad mengalami perkembangan dinamis dari waktu ke waktu. Arsitektur peninggalan zaman kolonial di Indonesia lebih banyak mengadopsi gaya neoklasik. Gaya ini berorientasi pada perpaduan gaya arsitektur klasik Yunani dan Romawi. Bangunan peninggalan zaman kolonial yang tersebar di Tanah Air sangat menonjolkan bentuk fasadnya. Tipologi fasad bangunan peninggalan zaman kolonial itu juga bermacam-macam.

Kebanyakan dari bangunan ini menggunakan fasad yang berbentuk simetris. Bekas gedung De Javasche Bank Agentschap Soerakarta yang kini menjadi gedung Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo merupakan bangunan peninggalan zaman kolonial yang menggunakan fasad berbentuk segitiga simetris.

“Kondisi sosial, ekonomi dan budaya mempengaruhi model fasad. Jadi, ada banyak tipe fasad. Beberapa di antaranya model tradisional, klasik yang dipengaruhi budaya Eropa-Amerika, kolonial, art-deco, modern, post-modern, dekonstruksi, dan lain-lain,” tambah Yoyon. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS