Taman di dalam rumah Taman di dalam rumah

Desain Taman Penyejuk di dalam Rumah

415 Kali

Taman dalam rumah bisa berfungsi sebagai tempat rekreasi kecil. Taman bisa menjadi tempat yang efektif untuk memulihkan mood setelah beraktivitas. Suara gemiricik air dalam taman ternyata sudah bisa menjadi terapi relaksasi.

Hal itu dikemukakan pakar green design dari Jurusan Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR), Universitas Sebelas Maret (UNS), Silfia Mona Aryani, beberapa waktu lalu.

Pepatah lama seperti “rumahku surgaku” atau “rumahku istanaku” menjadi filosofi dalam menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang tak sekadar indah, tetapi juga sehat dan nyaman. “Dalam hal ini, taman itu berfungsi sebagai paru-paru rumah. Taman rumah harus dilengkapi void terbuka langsung ke langit supaya sirkulasi udara bisa lancar dan membuat udara di dalam rumah terasa lebih sejuk,” jelas Silfia.

Menurut Silfia, keberadaan taman di dalam rumah bisa dianggap sebagai kebutuhan tersier dari sekian banyak kebutuhan ruang yang harus disediakan. Bagi keluarga besar yang memiliki banyak anak, menyisihkan ruangan tersendiri untuk pembangunan taman di dalam rumah barangkali menjadi keputusan yang berat. Kendati begitu, kata Silfia, pembangunan taman dalam rumah sebetulnya tidak membutuhkan area yang luas. “Tidak perlu area yang lebar, tetapi harus ada akses ke langit. Artinya bagian atas taman itu tidak boleh tertutup atap atau dak lantai dua. Namun harus diperhatikan sisi keamanannya misal masuknya pencuri atau tempias air hujan. Hal ini bisa diantisipasi dengan pemasangan teralis atau teritis air hujan,” ucapnya.

Menurut Silfia, konsep taman dengan kolam saat ini masih banyak diminati. Selain bisa menjadi terapi relaksasi dengan suara gemiriciknya, air di dalam rumah juga bisa mendinginkan temperatur udara. Keberadaan ikan dalam kolam memberikan perubahan suasana hati. Taman air juga tidak perlu banyak perawatan seperti halnya taman dengan aneka banyak tanaman.

Akademisi dari Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Siam Priyono Nugroho, menambahkan pembangunan taman di dalam rumah dilatarbelakangi beberapa hal. Salah satunya adalah keinginan pemilik rumah memiliki taman yang bisa dikelola secara privat. “Sekarang tak banyak orang yang beraktivitas di beranda depan rumah karena kurang privasi. Selain itu, beranda di halaman rumah juga mudah terkena polusi asap kendaraan bermotor. Jadi, membangun taman di dalam rumah bisa jadi pilihan,” jelasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS