JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino Susunan batu bata dicat dan terbuka tanpa plester untuk ornamen dipadukan dengan tangga berbahan besi terpasang di rumah milik, Gigih Satriyo, yang bergaya arsitektur Industrial di kompleks Griya Mandiri, Baturan, Colomadu, Karanganyar JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino Susunan batu bata dicat dan terbuka tanpa plester untuk ornamen dipadukan dengan tangga berbahan besi terpasang di rumah milik, Gigih Satriyo, yang bergaya arsitektur Industrial di kompleks Griya Mandiri, Baturan, Colomadu, Karanganyar

Desain Tangga yang Indah, Aman, dan Nyaman

1615 Kali

Salah satu poin penting yang harus dipertimbangkan dalam mendirikan hunian bertingkat adalah desain tangga. Pembuatan tangga yang benar tidak hanya menghadirkan kemudahan akses antarlantai, tetapi juga keamanan dan kenyamanan bagi penghuni rumah. Salah membuat desain tangga bisa berakibat fatal seperti mengakibatkan kecelakaan.

Menurut dosen Jurusan Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Muhammad Muqoffa, terdapat banyak desain tangga tempat tinggal yang bisa dijadikan referensi. Banyaknya desain tangga tersebut dipengaruhi selera pemilik rumah yang bermacam-macam.  Terkadang, pemiliki rumah lebih mementingkan faktor estetika tangga namun cenderung mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan.

“Contohnya tangga putar. Tampilannya sebetulnya indah. Tetapi meniti tangga putar itu cenderung membuat pusing. Tangga putar itu tidak aksesibel karena mengurangi kenyamanan,” jelasnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Muqoffa lebih menyarankan desain tangga yang simpel namun nyaman dan aman. Dia merekomendasikan kemiringan tangga tidak lebih dari 30 derajat. Menurutnya, lebar tangga yang ideal itu antara 90 cm hingga 120 cm. “Itu adalah rentang lebar tangga yang nyaman. Kalau kurang dari itu, berarti mengurangi kenyamanan. Kalau lebih dari itu, misal sampai 2 meter, tidak apa-apan, tetapi akan boros ruangan,” ungkapnya.

Desain anak tangga, menurut Muqoffa, sudah ada standarnya. Idealnya, ketinggian anak tangga sekitar 12-17 cm, sementara lebar pijakan anak tangga sebaiknya seukuran telapak kaki atau setara 30 cm. Muqoffa juga menyarankan perlunya bordes jika jarak antar lantai terlalu tinggi. “Bordes itu berfungsi memberi waktu jeda istirahat. Kalau jarak antarlantai itu mencapai 4 meter, sebetulnya bisa dibangun tangga tanpa bordes. Tapi tingkat kenyamanannya akan berkurang. Lebih mudah capek nanti,” paparnya.

Terkait material tangga, Muqoffa menyarankan penggunanaan bahan yang aman. Khusus pijakan anak tangga, sebaiknya dilapisi bahan yang tidak licin seperti kayu atau ubin bertektur. Tidak lupa, pada tepian pijakan anak tangga sebaiknya dilengkapi step nosing supaya tidak licin. “Tangga yang baik juga harus dilengkapi pagar sebagai pegangan,” ujarnya.

Muqoffa menambahkan, keberadaan tangga memang cukup vital bagi hunian bertingkat. Namun, tren yang berkembang saat ini keberadaan tangga sudah diganti dengan ramp atau lantai miring. “Ramp ini sekarang lagi ngetren. Kemiringan ramp hanya sekitar 10 derajat sehingga tidak membuat capek. Namun, pembangunan ramp membutuhkan lahan yang lebih luas,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri’/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS