Lisplang sering ditampilkan indah misalnya dengan mengkreasikan papan panjang itu dengan ukir-ukiran atau dibuat motif lukisan./wignyo lisplang. Lisplang sering ditampilkan indah misalnya dengan mengkreasikan papan panjang itu dengan ukir-ukiran atau dibuat motif lukisan./wignyo lisplang.

Di Balik Estetika Lisplang

2808 Kali

RUMAH190.COM–Memiliki rumah yang nyaman dan enak dipandang menjadidambaan setiap orang. Kenyamanan dan keindahan arsitektur rumah memang tidak ada ukuran yang pasti. Hanya dengan kreativitas, pemilik rumah dapat membuat sebuah tampilan yang menarik dan enak dipandang.

Sebut saja lisplang yang merupakan bagian dari struktur atap bangunan (rumah). Bagi pemilik hunian bergaya limasan, keberadaan lisplang hampir-hampir tidak boleh terlewatkan. Menurut arsitek dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ir Musyawaroh MT, lisplang adalah pelengkap yang menjadi bagian dari struktur atap yang biasanya berupa kayu usuk atau talang air hujan.

”Lisplang biasa dipasang pada bagian ujung atap. Dalam dunia arsitek, pemasangan lisplang bertujuan guna melindungi kayu usuk dari tempias air hujan atau sinar matahari sehingga kayu usuk lebih awet. Kalau ujung atap rumah dipasangi lisplang juga terlihat lebih rapi, jadi lebih enak dipandang,” ujar Musyawaroh.

Ukuran lisplang hendaknya dipasang menyesuaikan ukuran bagian yang akan ditutupi. Pada umumnya pemilik rumah memasang lisplang dengan lebar 15-30 cm. Fungsi lain dari lisplang tambah Musyawaroh adalah sebagai pembatas atau garis pemisah lantai satu dengan lantai lain.

Terpisah, arsitek asal Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Rully ST MT mengatakan kata lisplang berasal dari bahasa Inggris yang berarti papan garis. Maksudnya, lisplang merupakan sebuah papan yang bentuknya seperti garis panjang. Keberadaan lisplang semakin menambah kerapian dan keharmonisan garis-garis atap rumah.

Bahan

Menurut Rully, terdapat tiga bahan material yang digunakan untuk membuat lisplang. Selain kayu, bahan metal dan beton juga dapat menjadi alternatif lisplang.

Bahan kayu, ujar Musyawaroh kerap dipakai untuk rumah gaya limasan dengan gaya atap miring. Harga kayu yang relatif lebih mahal membuat sebagian pemilik rumah memilih bahan metal seperti aluminium. Rully juga mengatakan, aluminium lebih murah daripada kayu dan lebih tahan karat. Namun demikian ia tetap menyarankan setiap bahan yang dipilih hendaknya disesuaikan bentuk dan gaya rumah.

Sedangkan lisplang dari bahan beton, cocok diterapkan pada rumah bertingkat. lisplang beton juga kerap dipakai untuk atap rumah datar. Dalam hal ini, keberadaan lisplang berfungsi sebagai talang air hujan.

Lisplang sering ditampilkan indah misalnya dengan mengkreasikan papan panjang itu dengan ukir-ukiran atau dibuat motif lukisan. Lisplang yang diukir atau dihias, tambah Musyawaroh, sangat cocok diterapkan pada rumah bergaya kolonial atau tradisional Jawa. Tapi semua itu harus tetap disesuaikan dengan model dan gaya rumah. Jangan sampai warna dan bentuk lisplang merusak gaya dan bangunan rumah. ( Khoirun Nisaa )

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS