Keberadaan foyer bisa menambah kerapian dan kenyamanan rumah, meskipun fungsinya sebagian besar hanya untuk dilewati. /homeedit.com Keberadaan foyer bisa menambah kerapian dan kenyamanan rumah, meskipun fungsinya sebagian besar hanya untuk dilewati. /homeedit.com

Foyer, Cermin Keramahan Pemilik Rumah

566 Kali

RUMAH190.COM–Pada rumah berlahan luas, sang pemilik sering membangun ruang transisi atau ruang antara (foyer) demi tujuan tertentu. Ruang ini berfungsi sebagai penyekat antara ruang satu dengan yang lain. Tetapi kini foyer tidak menutup kemungkinan dihadirkan di rumah minimalis.

Ruang transisi atau yang dikenal dengan istilah foyer ini bentuknya sangat beragam, bisa gebyok yang diberi meja lesehan, meja barang-barang antik yang diberi dua kursi, ruang rias atau wastafel pada kamar mandi yang menjadi ruang antara dengan kamar tidur. Ada pula yang hanya ruang transit untuk lewat namun diberi semacam meja panjang berisi seperangkat alat membatik berikut buku panduan membatik yang menarik orang untuk melihatnya.

Keberadaan foyer bisa menambah kerapian dan kenyamanan rumah, meskipun fungsinya sebagian besar hanya untuk dilewati. Sebenarnya ruang antara itu mempunyai fungsi yang cukup banyak, di antaranya untuk mengatur lalu lintas dalam rumah. Keberadaan ruang antara akan memperjelas lalu lintas di antara ruang-ruang di sekitarnya. Dengan demikian, pada akhirnya pengaturan perabot rumah dan pengaturan lalu lintas masing-masing bisa berdiri sendiri, tidak saling bergantung dan tidak saling membatasi.

Selain itu foyer bisa juga untuk melindungi privasi dan sebagai peredam kebisingan, misalnya ruang antara yang menyekat kamar mandi dengan kamar tidur.

Pada kenyataannya, ruang antara bisa juga menghubungkan lebih dari dua ruangan. Selain menghubungkan beberapa ruang, misalnya ruang keluarga dan ruang tamu, kamar mandi tamu dan ruang kerja, biasanya ruang pembagi juga sekaligus sebagai ruang penyambut karena di ruang ini biasanya juga terdapat pintu depan yang berhubungan dengan ruang luar.

Sebagai ruang penyambut, ruang ini bisa berfungsi sebagai ruang pembatas dan peralihan antara luar rumah dan dalam rumah. Juga sebagai aling-aling pembatas pandangan dari luar ke ruang keluarga. Pemilik rumah bisa juga memanfaatkan ruang ini sebagai ruang display bagi benda-benda yang patut ditunjukkan ke tamu.

Menurut dosen Desain Interior Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ken Sunarko, foyer merupakan an entrance hall yaitu ruang selamat datang bagi tamu. ”Foyer ini ada yang dalam artian ruang antara secara fisik dan ruang antara nonfisik yang menunjukkan kepribadian dan kesenangan dari pemilik rumah,” ungkap Ken yang juga berprofesi sebagai konsultan tersebut.

Sehingga foyer bisa berupa ruang kosong tanpa kursi dan hanya diisi display foto, lukisan atau barang antik koleksi pemilik rumah.

”Foyer bisa jadi wakil dari kepribadian dari pemilik rumah, atau bisa sekadar ruang perantara untuk lewat saja. Yang terpenting kesan yang dibentuk untuk membuat keramahan dari si pemilik rumah,” lanjut Ken.

Sebagai an entrance hall, ruang antara ini bisa dilengkapi porte chochere atau topengan di jalur pintu masuk untuk rumah dengan lahan yang luas.

Ditambahkan Ken kalau cukup lahan sebaiknya menghadirkan ruang antara sebagai ruang selamat datang, sebelum menuju ke ruang tamu. ”Ada juga yang hanya membuat foyer berupa kaca besar di ruang antara berukuran kecil. Ini juga memungkinkan bagi rumah-rumah minimalis, karena foyer bisa dihadirkan dalam bentuk nonfisik yang mewakili kepribadian pemilik rumah, seperti foto dalam ukuran besar saat pemilik rumah meraih prestasi atau berpose dengan seorang tokoh,” ungkapnya. (Eri Maryana)
.

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS