Untuk menyiasatinya, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyediakan tempat bermain anak di salah satu ruangan rumah Anda, tanpa merubah fungsi sebenarnya dari ruangan yang dipakai./dok. Untuk menyiasatinya, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyediakan tempat bermain anak di salah satu ruangan rumah Anda, tanpa merubah fungsi sebenarnya dari ruangan yang dipakai./dok.

Fungsikan Ruang Keluarga Sekaligus Tempat Bermain

280 Kali

RUMAH190.COM–Tak setiap rumah didesain memiliki ruang khusus untuk tempat bermain anak. Memfungsikan kamar anak atau rang keluarga sekaligus sebagai ruang bermain anak menjadi alternatif yang dipilih oleh banyak kalangan.

Ruang khusus anak untuk bermain mungkin belum jamak disediakan oleh banyak orangtua sebagai satu kesatuan yang harus ada dalam sebuah rumah. Selain membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk membangunnya, ruang bermain anak dinilai hanya sebagai ruang tambahan yang tak wajib ada.

Apalagi untuk rumah yang tak terlalu luas, orangtua akan berpikir sekian kali untuk menyediakan ruangan khusus untuk bermain anak. Untuk menyiasatinya, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyediakan tempat bermain anak di salah satu ruangan rumah Anda, tanpa merubah fungsi sebenarnya dari ruangan yang dipakai.

Seperti dilakukan Lisa, warga Jl Manyar, Kerten, yang memilih memanfaatkan teras rumah untuk tempat bermain puterinya yang berumur tiga tahun, Ara. Dengan menggelar matras puzzle di teras depan rumahnya, puterinya bisa leluasa bermain segala macam mainan yang dimilikinya.

”Karena rumah saya tak terlalu besar, saya memilih teras rumah sebagai tempat untuk bermain Ara. Ketika Ara ingin bermain, saya menggelar matras dan menata mainan yang ingin dimainkannya. Jika sudah selesai, matras dan mainan tersebut saya bereskan kembali dan saya tempatkan di wadah khusus untuk menyimpan mainan,” kata Lisa saat dijumpai Espos di rumahnya ketika sedang menunggui puteriya bermain.

Berbeda dengan yang dilakukan Lisa, seorang ibu rumah tangga yang berdiam di Puri Gentan Asri Deluxe, Fitri, lebih memilih memfungsikan kamar tidur anak sekaligus sebagai tempat bermain dua orang puterinya, Dila, 6 dan Nia, 4.

Mengingat usia kedua puterinya tak terpaut jauh, Fitri memilih menempatkan kedua puterinya dalam satu kamar tidur yang sama. Bermacam-macam bentuk boneka dan beberapa mainan lainnya ditempatkan di atas lemari kayu.

”Jadi saat anak ingin bermain, mainan diturunkan semuanya. Setelah selesai, mainan yang digunakan ditata kembali ditempat semula,” ujar Fitri.

Gelar karpet

Ruang keluarga juga menjadi pilihan Fitri untuk dijadikan sebagai tempat bermain untuk ketiga anaknya. Yakni, Dila, Nila dan Fahri, puteranya yang baru berusia lima bulan. Dengan menggelar karpet yang berfungsi untuk landasan maka anak-anaknya bisa bebar bermain.

Selain itu agar boneka dan mainan lainnya tidak berantakan, maka ditata rapi disebuah almari kaca yang ada di ruang keluarga. Agar tidak membahayakan anak-anaknya ketika tengah bermain di ruang keluarga, Fitri memilih menempatkan kursi dari enceng gondok dan meja dari kayu yang sudut-sudutnya didesain tumpul.

”Sebelum anak-anak bermain di kamar maupun di ruang keluarga, saya terlebih dahulu mengamankan barang-barang yang kemungkinan bisa membahayakan mereka, seperti menjauhkan colokan listrik dari tempat mereka bermain,” kata Fitri.

Hal serupa juga dilakukan oleh Zaenab, ibunda Zaki, 3,5, yang bermukim di Baturan, Karanganyar. Zaenab memanfaatkan kamar tidur dan ruang keluarga sebagai tempat bermain puteranya. Dia menyediakan kotak khusus yang memuat barang-barang mainan di salah satu sudut kamar tidur puteranya.

”Jadi saat anak saya ingin bermain tinggal mengeluarkan mainan yang diinginkannya dari kotak penyimpanan tersebut. Setelah selesai, mainan yang digunakan tinggal dimasukkan kembali dalam kotak tersebut,” kata Zaenab. (Aeranie Nur Hafnie)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS