Courtesy of KITLV, Royal Netherlands Tropical Institute Gedung BI yang di tahun 1936 masih dipergunakan sebagai kantor De Javasche Bank bermandikan cahaya lampu hias menyambut kunjungan Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.C.D.de Graeff ke Solo tahun 1928 Courtesy of KITLV, Royal Netherlands Tropical Institute Gedung BI yang di tahun 1936 masih dipergunakan sebagai kantor De Javasche Bank bermandikan cahaya lampu hias menyambut kunjungan Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.C.D.de Graeff ke Solo tahun 1928

Gedung BI Solo Jadi Saksi Pergolakan Politik

417 Kali

 

Kedatangan Perdana Menteri Sutan Syahrir ke Kota Solo pada 1946 ternyata tidak dikehendati sekelompok orang yang tidak suka padanya. Alih-alih bisa menjalankan tugasnya untuk menyiapkan Daerah Istimewa Surakarta (DIS), dia justru menjadi korban penculikan oleh kelompok oposisi pada 27 Juni 1946.

“Syahrir ditangkap di Hotel Slier [setelah kemerdekaan berubah nama menjadi Hotel Merdeka] yang kini sudah menjadi bangunan baru gedung BI di sebelah selatan eks gedung De Javasche Bank. Banyak yang tidak suka dengan Syahrir, terutama para pengikut Tan Malaka. Bagi mereka, Syahrir dianggap condong berkompromi dengan Belanda,” jelas sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Susanta, beberapa waktu lalu.

Akibat penculikan itu, Presiden Soekarno memberlakukan kondisi darurat perang. Melalui siaran radio, pada 30 Juni 1946, Soekarno menegaskan penculikan terhadap Syahrir membahayakan persatuan bangsa. Pada malam harinya, Syahrir baru bisa dibebaskan.

Gedung de Javasche Bank Soerakarta menjadi salah satu tempat yang berhasil diduduki Belanda dalam agresi kedua pada 1948. Bahkan, bangunan Hotel Merdeka yang kini menjadi bangunan gedung baru BI itu pernah menjadi sasaran aksi pembakaran oleh pejuang tanah air dalam rangka mempersempit ruang gerak Belanda di Solo. “Setelah Jogja, Belanda masuk ke Solo dari Salatiga pada 21 Desember 1948. Masuknya Belanda itu menjadi salah satu pemicu terjadinya perang empat hari di Solo, selain faktor konflik internal yang berkepanjangan,” ujar Susanta. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS