Goela_Kelapa_Manahan_Solo

Goela Klapa, Restoran Bernuansa Rumah Kuno

1135 Kali

 

 

Nuansa kuno sangat terlihat pada model bangunan restoran Goela Klapa yang beralamat di Jl. Menteri Supeno No. 03, Manahan, Solo. Model bangunan, pintu dan jendela yang tinggi serta ornamen pada dinding tembok yang khas, semakin menguatkan nuansa kuno pada restoran itu.

Berbeda dengan restoran pada umumnya, restoran milik Hendy Bakrim ini menempati sebuah bangunan rumah yang dahulunya berfungsi sebagai tempat tinggal. Dengan penataan yang optimal, rumah yang dibangun sekitar 1938 itu bisa dialihfungsikan menjadi restoran dengan brand Authentic Indonesian Cuisine.

Ruang utama bangunan yang dahulu menjadi ruang tamu dan ruang keluarga, digunakan sebagai ruang utama restoran dengan nama Sasana Andrawina. Sebuah mini bar yang sebagian besar menggunakan bahan kayu, diletakkan di tengah ruangan dan dikonsep menyatu dengan bangunan. Di mini bar itu, para pengunjung bisa melihat proses pembuatan aneka minuman yang dipesan. Di samping mini bar tersebut, ditata lebih dari sepuluh set meja kursi kayu. Ada meja berbentuk lingkaran, kotak dan meja panjang.

Di bagian belakang bangunan, terdapat sebuah ruangan yang dahulu merupakan kamar utama. Kamar itu didesain menjadi ruangan oriental bernuansa Tionghoa. Meeting room yang diberi nama Dong Shen dan Shan Ming itu dilengkapi dengan lampu lampion merah dan ornamen lain bernuansa Negeri Tirai Bambu. Ruangan tersebut bisa menampung 20 orang tamu.

Gazebo yang ada di tengah bangunan bagian belakang, didesain menjadi meeting room Candra Kirana bernuansa Eropa. Lahan yang dahulu merupakan taman di dalam rumah, juga difungsikan sebagai tempat makan dengan kursi dan meja dari besi. Beberapa set meja kursi makan juga diletakkan di bagian rumah yang awalnya merupakan teras dan garasi. Satu kamar lainnya yang terletak di dekat garasi rumah, digunakan sebagai VIP meeting room dengan nama ruang Manggala. Kursi hitam dengan model tinggi ala kursi para raja di zaman dahulu dilengkapi meja panjang, menambah kesan eksklusif ruangan tersebut.

Sementara ruangan yang dahulu menjadi dapur rumah, tetap difungsikan sebagai dapur restoran dengan konsep open kitchen. Sebuah kaca besar dipasang di bagian dinding dapur dengan tujuan para pengunjung bisa melihat aktivitas di dapur lewat pantulannya.

Marketing Manager Goela Klapa, M. Wahyu Hidayat, mengungkapkan meskipun rumah itu dialihfungsikan menjadi restoran, fisik bangunan tidak diubah. Hanya, lahan yang dahulu menjadi taman rumah dengan rumput hijaunya, akhirnya ditutup bagian lantainya sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat makan.

“Perkembangan Goela Klapa yang semakin diminati masyarakat mengharuskan pengelola berpikir untuk menambah kapasitas. Jadi beberapa bagian rumah yang awalnya tidak difungsikan sebagai ruang makan, kini menjadi ruang makan,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Jika awalnya Goela Klapa hanya berkapasitas 120 orang, terangnya, kini kapasitasnya bertambah menjadi 175 orang. (Eni Widiastuti/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS