Rumah bergaya tropikal (Istimewa) Rumah bergaya tropikal (Istimewa)

Hunian Layaknya Vila di Pinggir Kota

22 Kali

Membangun rumah yang difungsikan sebagai tempat tinggal pribadi tentu butuh banyak pertimbangan. Selain dari desain yang harus sesuai keinginan, kenyamanan juga menjadi salah acuan agar penghuninya betah tinggal di rumah tersebut.
“Penginnya ya hunian dan bisa seperti vila yang sejuk dan nyaman saat kita menetap di rumah tersebut,” tutur Astri Dewi Utari, dokter hewan yang menjabat sebagai manajer bisnis di sebuah perusahaan nutrisi hewan dari Jerman.

Saat berkunjung ke rumah Astri di Perumahan RC, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Rumah190 merasakan kenyamanan sebuah hunian. Namun, siapa sangka rumah bergaya tropikal seluas 100 meter persegi itu dulunya sebuah pendapa yang difungsikan sebagai garasi mobil.

“Saya dulu lama tinggal di Jakarta, kemudian permintaan orang tua untuk balik ke Karanganyar. Namun, saya ingin menempati rumah sendiri, tidak bergabung di rumah induk [rumah orang tua],” terang Astri.

Kebetulan di bagian belakang rumah induk ada pendapa yang semula difungsikan sebagai garasi mobil, sebelum dibeli seorang pemilik resto. Akhirnya bekas bangunan pendapa itu, dibangun rumah untuk tempat tinggal Astri.

Rumah bergaya tropikal (Istimewa)

Rumah bergaya tropikal (Istimewa)

“Sebelum jadi rumah seperti sekarang, saya konsultasi dengan Mas Wahyu [Dwi Wahyu Paryanto, anggota Ikatan Arsitek Indonesia] mengenai ide-ide dan desain rumah yang nantinya pas untuk tempat tinggal. Setelah fix dan dibangun, saya akhirnya menempati rumah ini sejak April lalu,” ujar Astri.

Rumah yang menghadap selatan ini memiliki banyak bukaan, seperti ciri khas rumah tropikal. Tiga pintu besar berjajr dari sisi timur yang difungsikan menjadi teras, kemudian pintu utama sebagai akses masuk, dan pintu ruang tamu. “Pintu dari kayu jati yang bagus, lumayan mahal sih, bahkan bisa dikatakan nilainya 20 persen dari keseluruhan biaya membangun rumah ini,” ujar Astri.

Tidak hanya itu, satu pintu lagi menjadi akses dapur yang menyatu dengan ruang makan menuju samping rumah dengan view kolam ikan. Suasana bak vila terasa ketika Rumah190 berdiam sejenak di ruang makan dan teras rumah. Gemericik air dari kolam ikan terasa begitu menenteramkan hati.

“Konsep ruangan di rumah saya tanpa sekat. Selain terkesan luas dan gampang membersihkannya, sirkulasi udara dan cahaya matahari bisa bebas masuk ke dalam ruangan. Sekat hanya untuk kamar tidur dan kamar mandi,” terang Astri.

Teras rumah di sisi timur dilengkapi dengan tiga kursi kayu dan satu meja klasik hasil berburu di toko penyedia dekorasi rumah di Solo. Di atasnya ada lampu grembyong yang menempel erat pada plafon teras berbentuk bilah-bilah kayu beratap transparan.

Sementara di ruang makan, cukup simpel. Hanya ada meja bergaya industrialis lengkap dengan empat kursi tanpa sandaran. Dapurnya pun dilengkapi kitchen set dan peralatan masak. Bergeser ke barat ada ruang keluarga yang terletak di tengah ruangan.

Rumah bergaya tropikal (Istimewa)

Rumah bergaya tropikal (Istimewa)

Tampilannya cukup menarik karena ada bufet unik dari kayu yang sengaja diberi cairan kimia sehingga membentuk guratan-guratan seperti tatahan batu alam. Di atasnya ada hiasan stupa dan kepala patung. Di belakangnya ada sofa multifungsi dan meja kecil. Di dinding menempel layar televisi, dipadu dengan pernik-pernik cantik.

Di sisi timur ruang keluarga terdapat, kamar mandi dan kamar anak yang pencahayaannya dan sirkulasi udaranya terjaga dengan baik. Di belakang dinding dengan layar televisi, ada kamar utama yang cukup nyaman, baik dari segi sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Sisi barat ruang keluarga ada ruang tamu yang terhubung langsung dengan pintu. Layaknya vila, saat bercengkerama di ruang tamu, bisa langsung melihat tanaman di sisi depan ruangan. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS