Desain kreatif kamar anak (www.accdiy.com) Desain kreatif kamar anak (www.accdiy.com)

INTERIOR RUMAH: Desain Kreatif Kamar Anak

1213 Kali

Beberapa penelitian menyebutkan penggunaan komposisi warna-warna dasar ternyata mampu mempengaruhi perkembangan otak seorang anak. Komposisi warna-warna dasar seperti merah, biru dan kuning pada dinding kamar anak ternyata mampu menjadi stimulan untuk merangsang kecerdasan buah hati.

Hal itu dikemukakan pakar desain interior rumah dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Andi Setiawan, saat ditemui Rumah190.com, beberapa waktu lalu. Seorang anak, kata Andi, memiliki pola pikir dan bentuk fisik yang masih bisa berkembang. Oleh sebab itu, Andi menyarankan kamar anak bisa didesain memperhatikan perkembangan anak secara fisik maupun pola pikir. “Tidak diajurkan menggunakan kombinasi warna-warna turunan seperti cokelat, biru muda, hijau, dan lain-lain,” paparnya.

Dari segi keamanan, Andi menyarankan penggunaan cat dinding yang tidak beracun. Menurutnya, saat ini sudah banyak produk cat dinding yang mengklaim tidak menggunakan bahan berbahaya jika aromanya dihirup ke saluran pernapasan anak. Akan tetapi, sebagai bentuk antisipasi, orangtua perlu selektif dalam memilih jenis cat dinding untuk kamar anak. “Memang dampak yang dirasakan itu didapat tidak secara langsung. Barangkali beberapa tahun kemudian baru terasa. Racun itu bisa mengendap dalam tubuh yang bisa memicu penyakit kanker,” ujarnya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan demi keamanan buah hati adalah pemilihan furnitur kamar anak. Andi tidak menyarankan penggunaan furnitur untuk orang dewasa di kamar anak. “Meja dan kursi harus sesuai dengan usia anak. Kesalahan dalam posisi duduk atau saat menulis bisa mengakibatkan dislokasi tulang belakang,” ungkapnya.

Desain furnitur, kata Andi, juga tidak boleh membahayakan keselamatan anak. Sudut meja, kursi, atau lemari yang lancip sebaiknya dihindari demi keamanan buah hati beraktivitas di dalam kamar.

Permukaan lantai kamar anak, lanjut Andi, disarankan tidak berbahan keras untuk mengantisipasi cedera pada buah hati. Dia juga tidak menyarankan penggunaan karpet yang bisa menyimpan debu. “Sebaiknya lantai kamar anak terbuat dari karet atau vinil. Tidak keras, tapi lunak dan tidak berdebu,” ujarnya.

Atmosfer kamar anak, menurut Andi, sebaiknya juga disesuaikan dengan usia. Bagi anak balita hingga usia 6-7 tahun, kamar sebaiknya dilengkapi perangkat permainan edukatif seperti pengenalan angka, huruf hingga objek alam semesta. Sementara bagi anak berusia 8-13 tahun, kamar bisa diisi benda kesukaan mereka seperti miniatur pesawat, boneka, dan lain-lain. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS