Desain living room tanpa pemisah dengan dapur rumah milik Aditya Iskandar, 31, warga Kampung Notosuman, Jayengan, Serengan, Solo (Moh. Khodiq Duhri) Desain living room tanpa pemisah dengan dapur rumah milik Aditya Iskandar, 31, warga Kampung Notosuman, Jayengan, Serengan, Solo (Moh. Khodiq Duhri)

Interior Rumah: Desain Modern Tinggalkan Pakem

1003 Kali

Model desain living room tidak hanya dipengaruhi gagasan desainer, melainkan juga selera pemilik rumah. Sejarah membuktikan, manifesto yang dikeluarkan sekelompok arsitek atau desainer mampu mewarnai khazanah jagat desain.

Menurut pengajar desain interior dari Universitas Sebelas Maret, Andi Setiawan, beberapa waktu lalu, tidak ada patokan atau standar khusus yang dibutuhkan dalam mendesain living room. Namun sebagai seorang yang sehari-hari bergelut di bidang desain interior, Andi berkenan memberi sedikit tips mendesain living room untuk menunjang kenyamanan anggota keluarga maupun tamu.

Perkembangan mutakhir desain interior rumah, sambung Andi, mulai meninggalkan pakem yang sudah bertahun-tahun menjadi tradisi. Dia mencontohkan, pada dekade 1960 hingga 1970, terdapat pembagian yang ketat antara ruang privat dan publik.  “Dulu itu akan terasa tabu jika tamu bisa blusukan sampai dapur rumah. Itu dibilang tidak lazim. Tapi sekarang sudah banyak kita temui living room modern yang berada satu area dengan dapur,” jelasnya.

Penghilangan dinding penyekat antara living room dengan dapur bisa dijumpai pada banyak rumah saat ini. Salah satunya adalah rumah milik Aditya Iskandar, 31, warga Kampung Notosuman, Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo. Tamu yang datang ke rumahnya bisa melihat langsung isi dapur maupun meja makan karena tidak adanya partisi yang memisahkan ruang privat maupun publik. “Desain rumah ini murni buatan arsitek saya. Sedikit pun saya tidak campur tangan, termasuk dalam pembuatan living room dan dapur ini,” terang Adit saat ditemui Rumah190.com, belum lama ini.

Dari segi pilihan furnitur, Andi menyarankan memilih perabotan yang mudah dibersihkan. Hal ini dikarenakan living room merupakan ruang interaksi yang banyak digunakan untuk aktivitas sehingga mudah kotor. “Kalau pilih meja itu upayakan yang ada kacanya. Hindari penggunaan meja berlapis marmer karena akan sulit dibersihkan,” papar Andi.

Andi juga menyarankan untuk memilih sofa yang tidak berdesain formal. Dia mengganggap kenyamanan sofa itu tidak dipengaruhi bahan materialnya, melainkan desainnya. Sofa yang memiliki tinggi 25-30 cm bisa menjadi pilihan yang nyaman untuk bersantai. “Pilihlah sofa yang enak untuk bersandar demi menunjang kenyamanan,” tandasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS