Ruang tamu di rumah milik Indah Wardani dipisahkan oleh dinding movable berupa rak dengan desain modern, Senin (24/2). Rak tersebut berfungsi sebagai partisi yang memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga Ruang tamu di rumah milik Indah Wardani dipisahkan oleh dinding movable berupa rak dengan desain modern, Senin (24/2). Rak tersebut berfungsi sebagai partisi yang memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga

Interior Rumah: Ruang Sempit Terkesan Luas

1063 Kali

Siapa sih, yang enggak mau punya rumah yang serba luas dan lapang? Hanya saja, dengan makin tingginya harga tanah dan bangunan, kita tentu harus banyak berhitung. Nah, bagaimana seandainya kita hanya mampu mendapatkan rumah dengan luas bangunan dan lahan yang terbatas?

Luas yang terbatas tak berarti kita jadi “susah selonjor.” Dengan strategi desain yang tepat, rumah mungil pun bisa terasa lapang dan nyaman.

Pengajar Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Siam Priyono Nugroho, memberikan tips menyiasati ruang sempit menjadi terasa lebih lebar. Tips pertama adalah memprioritaskan ruang yang lebih dibutuhkan. Orang yang memiliki kesibukan tinggi dan jarang berada di rumah disarankan menghilangkan ruang yang tidak banyak dibutuhkan. Langkah ekstremnya, ruang tamu lebih baik dipersempit atau dihilangkan jika jarang digunakan.

“Penghilangan ruang tamu itu sudah biasa dilakukan pemilik rumah yang supersibuk. Mereka biasa menerima tamu yang tidak begitu akrab di teras rumah sambil duduk. Kalau tamunya keluarga atau teman dekat, baru diajak masuk ke ruang keluarga,” kata pria yang akrab disapa Yoyon ini saat ditemui Espos di kantornya, beberapa waktu lalu.

Siasat lain adalah memanfaatkan setiap sudut ruangan agar bermanfaat, termasuk memanfaatkan plafon, misalnya sebagai gudang. “Tidak hanya di atas plafon, ruang di bawah tangga sebetulnya juga bisa dijadikan gudang. Bahkan setiap anak tangga bisa dijadikan laci untuk menyimpan barang-barang yang berukuran lebih kecil,” paparnya.

Langkah kedua, menurut Yoyon, adalah menjadikan ruangan lebih multifungsi. Sama seperti ruang keluarga yang bisa difungsikan untuk menerima tamu, kamar anak-anak juga bisa difungsikan sebagai ruang bermain sekaligus belajar. “Pilih tipe tempat tidur yang bisa dilipat. Kalau ada ranjangnya, bagian kolong ranjang bisa difungsikan untuk menyimpan mainan. Pilih juga jenis meja belajar yang bisa dilipat ke dinding atau almari. Terkadang, ruang keluarga juga bisa difungsikan untuk tidur tamu yang menginap. Jadi cari jenis sofa yang bisa dilipat sehingga bisa berfungsi sebagai tempat tidur,” jelasnya.

Langkah ketiga, lanjut Yoyon, memilih jenis furnitur atau perabotan yang lebih fleksibel. Dia menyarankan pemilihan lemari wardrobe yang setinggi plafon. Dia tidak menyarankan pemilihan lemari setinggi dua meteran yang banyak dijual di toko furnitur. “Kalau lemari itu setinggi 2 meter, biasanya bagian atasnya tidak banyak berfungsi. Padahal ada ruang yang masih lebar di atasnya. Jika lemari itu setinggi plafon, tentu mampu menyimpan lebih banyak barang,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS