www.jualperumahan.com www.jualperumahan.com

Kaca Patri untuk Keindahan Rumah

1251 Kali

RUMAH190.COM Mempercantik hunian tercinta banyak caranya. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kaca patri pada jendela maupun pintu rumah. Sehingga rumah hunian Anda tak hanya mengutamakan kenyamanan, tapi juga tampil lebih indah. Pernah membayangkan pantulan warna-warna indah yang membentuk sesuatu pada ruangan keluarga, saat sinar matahari sore menyinari ruangan itu? Keindahan tersebut yang kini dirasakan Edy Martono, warga Ngruki, setiap sore hari.

Ya dengan memasang kaca patri dengan motif bunga tulip pada boven light (kaca yang digunakan untuk memberi penerangan pada ruangan-red) di bengkel kerjanya, Edy mendapatkan pantulan kaca mozaik berbentuk bunga tulip setiap sore. “Saat sinar matahari menembus kaca, gambarnya terlihat indah, ada nuansa berbeda ketimbang hanya menggunakan kaca biasa,” ujar Edy saat ditemui Espos belum lama ini di kediamannya. Selain alasan estetika, Edy mengaku tak ada alasan khusus bagi dirinya untuk memasang kaca patri di boven bengkel kerjanya. Kaca patri bagi keluarga Edy bukan barang baru, karena sudah 12 tahun terakhir Edy bergelut di bidang pembuatan kaca patri. Tak heran bila ia mengaplikasikan kaca patri di beberapa bagian rumahnya. ”Tak semua jendela saya hias dengan kaca patri. Tujuannya yaitu untuk menambah ornamen pada dinding, sehingga tanpa perlu meletakkan hiasan lain seperti lukisan atau bingkai foto, ruangan sudah terlihat cantik, gabungan kaca berwarna-warni juga indah untuk dinikmati. Ada nuansa berbeda,” paparnya panjang lebar.

Hal yang sama juga diterapkan Ny Gufroni warga RT 01 RW 04, Karangasem. Wanita setengah baya ini mengaplikasikan kaca patri pada shopi-shopi (dinding terluar di bawah atap-red) teras depan rumah. ”Ini saran anak saya yang kebetulan seorang arsitek, katanya penggunaan kaca patri bisa menambah keindahan rumah, ternyata benar juga. Oleh karena itu kaca patri saya terapkan pada bagian teras depan dan samping rumah,” terangnya.

Intensitas cahaya

Pengaplikasian kaca patri sendiri tak hanya terbatas pada boven dan shopi-shopi, tetapi juga pada jendela ruangan, pintu hingga sekat antar ruang. Seperti yang dilakukan Kristianto pada kediaman sekaligus bengkel kerjanya di kawasan Mojosongo, Jebres. ”Kaca patri bisa digunakan di mana saja. Fungsinya selain untuk estetika juga bisa untuk menyortir sinar matahari yang masuk ke ruangan sehingga lebih dinamis dan tak terlalu terang menyilaukan,” ujar dia. Ditambahkannya, ada kalanya terdapat bagian ruangan yang menghadap langsung ke sinar matahari, sehingga di waktu-waktu tertentu, saat intensitas cahaya matahari yang masuk ke ruangan terlalu kuat, hal itu terkadang mengganggu kenyamanan. Nah, dengan memanfaatkan kaca patri, intensitas matahari bisa dikurangi. Logikanya, kaca dengan warna-warna tertentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap, memantulkan dan meneruskan cahaya matahari. Dengan mengombinasikan kaca yang beraneka warna tersebut, cahaya matahari yang mengenai kaca tak seluruhnya diteruskan ke dalam ruangan, sebagian lagi dipantulkan sehingga intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruangan tak terlalu banyak.

Perawatan kaca patri, sambung Kristianto, juga tidak terlalu sulit. Cukup dibersihkan selayaknya membersihkan kaca biasa, pasalnya kaca patri yang banyak dibuat dewasa ini dibuat lapis tiga. Jadi kaca patri yang telah dibuat, dilapisi dengan kaca tipis di bagian permukaannya. ”Kalau dulu memang tidak diberi lapisan kaca pada permukaannya jadi harus sedikit telaten saat membersihkan debu yang menempel di celah-celahnya,’ terang dia.

Untuk mengaplikasikan kaca patri pada bagian rumah, memang perlu menguras kocek lebih dalam, pasalnya harga kaca patri per meter persegi tak bisa dibilang murah. Menurut Edy, untuk pemesanan kaca patri sekitar Rp 1,7 juta per meter persegi. Harga ini bisa bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan gambar yang diinginkan. ”Harga itu untuk kaca patri dengan kombinasi kaca impor,” terang Edy.

Permasalahannya, untuk membuat gambar yang menarik harus mendatangkan beberapa kaca impor yang memiliki kualitas dan variasi warna yang lebih baik. Kaca produksi lokal sendiri, sambungnya, hanya terbatas pada warna-warna seperti bening polos, kuning, hijau dan biru, sementara untuk warna-warna seperti merah dan sebagainya masih menggunakan kaca impor.  ( Esmasari W )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS