Dok. Solopos Dok. Solopos

Kantor Unik Kaya Fungsi

1315 Kali

RUMAH190.COM Desain bangunan perkantoran atau tempat kerja berbeda dengan rumah tinggal. Tata ruang pada bangunan kantor disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Semakin banyak karyawan yang dimiliki, semakin luas ruang yang dibutuhkan. Namun, untuk kantor praktik seorang dokter tak butuh bangunan yang besar dan luas karena karyawannya terbatas.

Seperti kantor praktik drg Jenny Megawati, sekitar 200 meter arah timur Pasar Nongko, Banjarsari, Solo. Tempat praktik dokter gigi ini terletak di kompleks rumahnya. Sekilas tempat itu seperti rumah hunian yang unik. Ketika memasuki teras, baru terlihat ada sekat tembok ekspose batu bata yang memisahkan tempat praktik dan tempat tinggal.

“Tempat praktik dan bangunan rumah tinggal ini menjadi satu paket. Saya menggunakan jasa arsitek Pak Paulus Mintarga,” jelas Jenny saat dijumpai rumah190.com, Selasa (30/4).

Teras kantor itu cukup luas karena berfungsi sebagai kantor depan (front office) dan ruang tunggu pasien. Ruang praktiknya berukuran 5 m x 5 m. Ruang itu didesain selaras dengan taman dan kolam kecil selebar 1 m di sisi selatannya. Suasana ruang itu nyaman seperti menyatu dengan taman kecil itu dengan pemanfaatan kaca blok setinggi 1,5 meter sebagai mediatornya.

“Kami sengaja menampilkan bangunan yang bersahaja, natural dan simpel. Material kaca sengaja ditampilkan untuk memberi kesan nyaman dan cair bagi pasien yang berhadapan dengan seorang dokter gigi. Soalnya ada kesan dokter gigi itu menakutkan. Keselarasan ruang praktik dan eksterior bisa menghilangkan ketegangan. Selain itu kaca itu juga memberi kesan luas dan memiliki efek visual yang lebih,” ujar sang arsitek, Paulus Mintarga, saat dihubungi Espos, Kamis (2/5).

Berbeda dengan rumah semen ala Freshblood Indonesia di Jl Kacer I No 6 Manahan, Solo. Kantor biro iklan ini semula menempati bangunan lama buatan 1960-an. Bangunan modern tempo dulu itu didesain ulang menjadi bangunan multifungsi yang didominasi aplikasi dekorasi dengan mengeksplorasi material semen. Bangunan seluas 275 m2 ini menempati tanah seluas 350 m2.

“Rumah ini saya desain ulang 2011 lalu. Konsepnya bangunan kantor dengan mengeksplorasi semen. Ya, boleh dibilang rumah semen karena 85% tampilan menggunakan aplikasi bermaterial semen, seperti aci, komprot, plester dan garuk. Semula kami tak menggunakan cat untuk pewarnaan bangunan dan ruang agar lebih natural. Tapi, para penghuninya menginginkan adanya cat untuk memberi kesan terang,” kata Direktur Freshblood Indonesia, Irfan Sutikno, saat ditemui Espos, Rabu (1/5).

Rumah bergaya tropis ini sengaja menampilkan aksen lingkaran yang tertutup kaca transparan di bagian depan untuk menghilangkan kesan minimalis. Aplikasi material semen dan pasir terlihat di tembok depan. Plesteran tembok dibentuk kotak-kotak dengan hiasan sekrup berukuran besar di bagian sudutnya. Tembok kotak-kotak itu seperti menempel di dinding karena ada sekrupnya. Di beberapa ruang juga menampilkan tembok kasar yang dibuat dengan teknik komprot. Aplikasi plester kasar dan halus juga ditemui pada tembok ruang dan tembok luar rumah. (Tri Rahayu/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS