Jual-Sofa-Kulit-Asli-Murah-Dan-Berkualitas1

Kenyamanan Sofa, Keamanan Penghuni

956 Kali

Salah satu tempat untuk beristirahat yang nyaman di antaranya Sofa. Karena sofa bisa dipakai untuk bersantai atau bermalas-malasan. Agar kenyamanan itu bertahan lama, sofa harus dirawat sesuai dengan bahan pelapisnya.
Hindari meletakkan sofa di tempat yang terkena langsung sinar matahari, karena dapat membuat warna pelapis sofa cepat kusam. Selain itu, pelapis sofa hendaknya juga kerap dibersihkan dengan vacum cleaner. Rutinitas pembersihan akan membantu mengurangi kandungan debu.

Secara garis besar bahan pelapis sofa terbuat dari bahan sintetis atau oskar, kulit dan kain. Masing-masing bahan tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan. Seorang pegawai di Davin Decor, Solo, Kesi mengatakan bahan oskar, umumnya harganya lebih murah dibandingkan dengan bahan kulit atau kain. Meski demikian, saat ini banyak ditemukan oskar yang berkualitas tinggi sehingga harganya juga lumayan mahal. Bahan ini memiliki permukaan yang licin sehingga mudah dibersihkan jika terkena kotoran atau basah.

Salah satu kelemahan dari bahan oskar adalah jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, akan timbul retak-retak yang pada akhirnya bagian permukaan akan mengelupas. Alhasil, keindahan dan kenyamanan sofa mulai berkurang.
corner-convertable-sofa-bed-left_4
Lebih awet

Bahan pelapis sofa lainnya terbuat dari bahan kulit. Seperti namanya, bahan ini memang terbuat dari kulit hewan yang sangat kuat sehingga pemakaiannya akan awet. Tak heran jika bahan ini harganya juga sangat mahal. Kesi menambahkan, pelapis sofa dari kulit yang ditemui di pasaran kebanyakan yang permukaannya licin (tidak berbulu) sehingga mudah dibersihkan seperti bahan oskar.

Namun jangan harap bahan ini tersedia dalam ukuran yang lebar. Untuk membuat sofa, biasanya terdiri atas beberapa sambungan. “Kalau kulit kan lebarnya terbatas. Jadi kalau bikin sofa dengan satu dudukan saja, pasti ada sambungan. Selain itu, biasanya dijual dengan ukuran per feet (kaki atau sekitar 30 cm),” kata dia saat ditemui Espos beberapa waktu lalu.

Menurutnya, baik bahan oskar maupun kulit memiliki ancaman yang sama terhadap jamur. Jamur ini biasanya muncul ketika sofa berada di ruangan yang lembab dan jarang digunakan. Jamur ini biasanya seperti bercak-bercak sehingga sangat mengganggu pemandangan. Kesi mengatakan menghadapi noda itu tak perlu khawatir, karena jamur mudah dibersihkan dengan lap basah.

Bahan sofa yang lain adalah kain. Dari segi harga, bahan ini juga relatif murah dibandingkan dengan bahan kulit. Selain itu, di pasaran biasanya tersedia ukuran yang besar, ada yang 140 cm dan 280 cm. “Bahan kain ini cukup lebar sehingga pemakaiannya lebih efisien.”

Kekurangannya, lanjut Kesi, bahan kain ini rentan terhadap kotoran baik cairan atau debu. Kotoran tersebut akan meresap dan biasanya akan mempengaruhi warna sofa. Untuk mengatasinya, cuci dengan sabun penghilang noda dengan pemakaian air seminimal mungkin. Tujuannya adalah agar air tidak masuk ke dalam busa sofa. Setelah dicuci, keringkan dengan sinar matahari hingga benar-benar kering. Jika tidak kering akan timbul bau tak sedap.

Di sisi lain, saat ini banyak layanan cuci sofa yang menyediakan pembersih noda dan bau. Sementara itu, salah satu kontraktor asal Solo, Hari Purnomo mengatakan sebelum menentukan jenis pelapis sofa, hal yang tidak boleh dilupakan adalah penyesuaian tema ruangan dengan pemilihan sofa. Menurutnya, penentuan jenis, model, maupun warna sofa jangan sampai bertentangan dengan tema ruang. “Sofa yang merupakan bagian dari sebuah interior harus disesuaikan dengan tema ruangan,” kata dia.  ( Akhmad Ludiyanto )

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS