Image 1

Kesan Mewah dan Antik dari Jubin Batik

1855 Kali

Setiap keluarga tentunya mendambakan hunian nyaman yang tak lepas dari tema dan konsep bangunan sesuai karakter asli si pemilik rumah. Bagi Anda penyuka skema rumah bertema klasik dan bermakna filosofis, referensi jubin satu ini bisa menjadi salah satu pilihannya. Jubin granit dengan ukuran 60 cm x 60 cm ini dicetak dengan motif batik lawasan sesuai arsitektur bangunan Jawa ratusan tahun lalu. Permukaan jubin dibuat matt tidak mengilap dengan pilihan tiga warna dasar off white, beige, dan abu-abu.

Jubin yang diproduksi perusahaan di bawah Niro Ceramic Indonesia, Niro Granite, tersebut dibuat dengan empat motif dasar bertema Swatantra yang merupakan hasil kolaborasi dengan Iwan Tirta Private Collection. Keempat motif dasar tersebut di antaranya kawung cakraningrat yang melambangkan energi positif, kebijaksanaan, dan keabadian. Motif kedua ialah mandala cakraningrat yang diambil dari simbol–simbol bersejarah beberapa bangunan kuno Nusantara. Motif ketiga bernama kupu kawung. Sedangkan koleksi terakhir merupakan sawunggaling tarung yang bermakna kekuasaan dan kelembutan.

Image 3Marketing Director Niro Ceramic Indonesia, Heru Santoso, di sela-sela acara launching, Rabu (3/8), mengatakan granit batik tersebut diperuntukan para pencinta hunian klasik maupun modern yang idealis. Bahkan beberapa pelanggan yang sudah memesan jubin ini tertarik bukan hanya karena motifnya tetapi juga cerita yang kuat di balik penggarapannya. Granit ini juga menjanjikan hunian yang unik dan prestisius.

“Selain itu motif batik hasil kerja sama dengan Iwan Tirta Private Collection ini juga melayani motif khusus yang sesuai dengan kemauan dan karakter Anda. Kami bisa menggarapnya,” kata dia, Rabu, di Jogja.

Menariknya lagi, menurut Creative Director Mahakarya Warisan Nusantara, Iwan Tirta Private Collection, Era Soekamto, pembeli bisa sekaligus belajar sejarah masa lalu. Meski sakral dan penuh makna, motif-motif batik yang dipilih cukup fleksibel dan bisa diterapkan untuk berbagai konsep ruangan. Jadi tak perlu takut salah mengaplikasikan.

Eksperimen

Konsultan Arsitek sekaligus pengurus Ikatan Arsitek Indonesia Yogyakarta, Ismail Yakub, saat berbincang dengan Espos mengatakan motif batik dalam granit ini memiliki konsep senada. Bahan granit milik Niro Granite selalu mengusung tema alam dengan warna natural dan bahan alami yang tidak mengkilap. Ini selaras dengan motif batik yang juga lekat dengan budaya alam Nusantara.

Image 4Perpaduan batik dengan Niro Granite tersebut selain memberikan sentuhan klasik pada bangunan, juga mengisyaratkan kedamaian. Mampu memberikan kesan hunian yang asri, dan nyaman. Sementara itu meski digarap untuk lantai dasar, tile batik ini justru tidak direkomendasikan sebagai material utama karena bisa mencitrakan kesan penuh. Tile Swatantra lebih cocok sebagai aksen pemanis ruang-ruang artistik. Misalnya hanya digunakan untuk ornamen pendukung dan vocal point di bagian ruang tamu, tengah, atau ruang keluarga. “Ini konsep yang sangat bagus, terutama bagi orang-orang idealis,” terang dia.

Kupu Kawung - D0046 Basic Off White

Selebihnya Ismail menilai motif batik Swatantra ini tak hanya untuk hunian klasik, melainkan juga turut mendukung interior modern. Tile batik bisa disematkan sebagai langit-langit atau dinding ruang utama. Beberapa hotel berbintang bahkan menggunakan granite motif klasik seperti ini sebagai penghias kamar mandi. “Ini lebih fleksibel, bisa ditata untuk ruang mana pun. Tergantung pemilihan desain interiornya. Hunian minimalis modern, klasik moderen, atau klasik sepenuhnya oke saja tinggal desain dan penataan,” kata dia. (Ika Yuniati)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS