JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu

Kolam Jernih Terawat, Ikan Indah Dipandang

3130 Kali

RUMAH190.COM—Ikan yang berenang dalam air yang jernih menjadi indah dipandang. Namun, apa jadinya jika ikan yang bagus berenang di air yang keruh? Tentu keindahannya tak akan mengenakkan mata. Nah, bagaimana sih cara untuk menjaga agar air kolam ikan senantiasa jernih?

Executive Housekeeper The Sunan Hotel Solo, Rahmad Novianto, mengatakan air menjadi faktor penting agar ikan berkembang dengan baik. Faktor lain yang menentukan adalah genetis ikan. Sesuai pengalamannya merawat ikan-ikan koi di kolam ikan Sunan Hotel, untuk menjaga kebersihan diperlukan perawatan kolam.

trendir.com

trendir.com

Lelaki yang tinggal di Gentan, Baki, Sukoharjo itu menuturkan terdapat tiga blok filter permanen yang berada di pinggir kolam. Filter itu berisi bioball, serabut ijuk dan batu apung yang ditata secara horisontal pada masing-masing blok. Air dialirkan dari atas, kemudian setelah disaring berpindah ke blok selanjutnya dari bagian bawah.

“Di sini kami juga memompa air dari bawah ke atas agar muncul gemericik air. Tujuannya untuk menimbulkan oksigen yang berguna bagi ikan,” ujar dia.

Air dalam kolam juga secara rutin dikuras. Karena ukurannya agak memanjang, Novi memakai dua cara. Pertama, memindahkan sebanyak 27 ikan koi ke kolam lain. Kedua, menyekat ikan pada satu bagian sementara bagian lain dari kolam dibersihkan.

“Itu melihat kondisi ikan. Kalau ikan terlihat stres, biasanya cuma disekat,” kata pehobi sepeda lipat tersebut.

owtdoor.com

owtdoor.com

Salah seorang penghobi ikan koi, Tomi Hermanto, 58, berbagi cerita tentang cara menjaga kejernihan air dalam kolam ikan. Pria yang menggeluti hobinya sejak 1995 tersebut mengatakan kunci utama agar air tempat hidup ikan tetap jernih bergantung pada kualitas filter air.

Menurutnya, saat membuat kolam, pemilik harus memikirkan konstruksi ideal. Ia sendiri membuat kolam dengan kontur cekung di bagian tengah. Ia membuat lubang pada ujung cekungan dan menghubungkannya dengan paralon ke bagian filter yang ada di pinggir kolam. Filter itu ditanam lebih rendah dari pada posisi lubang.

Lubang itu berfungsi “menangkap” kotoran ikan sehingga kotoran langsung terhisap ke dalam filter. Kotoran ikan yang tidak segera dibersihkan berpotensi membawa banyak penyakit pada ikan karena mengandung amoniak.

“Kalau terlalu banyak amoniak, ikan jadi kena kutu lalu menggesek-gesekkan badannya ke kolam. Ikan bisa terluka dan bahkan mati,” terangnya saat berbincang di Sentra Niaga Solo Baru, Sukoharjo.

insurehouse.com

insurehouse.com

Idealnya, filter air berukuran sepertiga luas kolam. Filter lalu dibagi dalam empat atau lima bilik. Jika dibuat menjadi empat bilik, pemilik bisa memasukkan media filter berupa bioball pada dua bilik dan crystal ball khusus untuk filter air.

Alurnya, air dihisap dengan pompa melalui lubang pada cekungan. Air itu melaju ke bilik bioball I. Air yang sudah tersaring kemudian dialirkan dengan pipa paralon ke arah bawah bilik bioball II. Lalu kembali dialirkan ke bilik III dan IV yang berisi crystal ball. Air yang sudah jernih kemudian dipompa masuk kembali ke dalam kolam.

Selain itu, setiap 2-3 hari sekali pemilik kolam harus menguras maksimal 10 persen air. Tomi mendesain tiga lubang pembuangan yang berada di samping bilik bioball I. Lubang itu bisa dibuka tutup. Ia menyebutnya back wash.

“Maksimal air yang terkuras adalah 10 persen. Setelah itu kita tambahkan air segar ke dalam kolam,” kata dia.

Selain membersihkan air dengan back wash, bendahara Bengawan Solo Koi Club (BSKC) itu juga secara rutin membersihkan bioball setidaknya sebulan sekali. Bioball paling kotor biasanya ada di bilik I karena kotoran ikan.

vestnik.co

vestnik.co

Untuk memasang instalasi penyaringan air pada kolam ikan berukuran 4×1 meter, dibutuhkan dana sekitar Rp5 juta. Pemilik kolam bisa membeli dua box crystal ball seharga Rp1,6 juta per box, bioball sebanyak empat karung seharga Rp450.000 per karung, karpet jepang, pompa air dan pipa paralon.

Selain itu, bagian dinding kolam harus dibuat sehalus mungkin agar ikan tidak lecet atau terluka. Menurutnya, semen masih menjadi bahan paling ideal karena lumut masih bisa menempel. Kadang, ikan membutuhkan lumut sebagai tambahan nutrisi.

“Bakteri dalam kolam jangan sampai mati semua karena mereka membantu memakan kotoran ikan. Ikan bisa sehat kalau ada bakteri itu,” ujarnya pensiunan pegawai Bank Central Asia (BCA) itu. (Ivan Andimuhtarom)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS