Tak hanya digunakan sebagai sarana olahraga, kolam renang juga dipakai sebagai sarana rekreasi keluarga./dok Tak hanya digunakan sebagai sarana olahraga, kolam renang juga dipakai sebagai sarana rekreasi keluarga./dok

Kolam Renang Pribadi, Sarana Olahraga dan Rekreasi

543 Kali

RUMAH190.COM–Membangun kolam renang di rumah bagi sebagian orang telah menjadi sebuah kebutuhan. Tak hanya digunakan sebagai sarana olahraga, kolam renang juga dipakai sebagai sarana rekreasi keluarga.
Menurut Dosen Jurusan Desain Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Ken Sunarko, kolam renang di areal rumah kini tidak hanya untuk berolahraga tetapi juga untuk kesenangan anggota keluarga, prestise dan tempat bersantai. ”Untuk ini ukuran kolam renang kecil pun tidak masalah asalkan penghuninya merasa cukup,” ujar Ken, kepada Rumah190.com.

Atmosfer tertentu biasanya dihadirkan di sekitar kolam pribadi. Ada yang membuat atmosfer khas Jawa, Timur Tengah, Eropa atau bergaya minimalis modern. Semua itu untuk menunjang sisi rekreatif dari sebuah kolam renang pribadi.

”Ada juga yang membuat semacam balkon untuk bersantai sebelum berenang. Balkon tersebut bisa juga sekadar tempat untuk rileks tanpa harus dia menceburkan diri ke kolam renang,” ujarnya.

Pentingnya menghadirkan suasana santai di sekitar kolam renang pribadi, di antaranya diwujudkan oleh HA Bintoro pemilik rumah di Jalan Cakra II No 15, Kauman Solo. Bintoro memadukan aspek modern dengan kultur Jawa secara seimbang. Kolam renang di salah satu sudut rumah yang merupakan cerminan modernitas dipadu dengan balkon berisi properti kayu jati kuno dan gamelan Bali sehingga kesan etnik sangat terasa.

Bersantai ria

Kehadiran kolam renang di rumah, selain berfungsi sebagai tempat berolahraga juga sebagai sarana bersantai ria. Bintoro, memanfaatkan lahan seluas 600 meter persegi dari 3.000 meter persegi lahan rumahnya untuk kolam renang. Kolam renang berukuran 6 x 10 meter dan dalam 160 cm itu dilapisi tegel keramik di dalam maupun di tepi kolam. ”Rumah ini merupakan rumah peninggalan kakek saya, MNg Prijo Margongso, yang dibangun tahun 1825. Saya tinggal merawat dan nguri-nguri nuansa Jawa yang ada di setiap sudut rumah,” kata Bintoro saat dijumpai Espos.

Menurut Bintoro, dia merenovasi tempat pewarnaan (colet) batik menjadi kolam renang pada tahun 2000. ”Kolam renang ini tidak untuk kepentingan komersial tapi untuk menjamu tamu dan memfasilitasi anak-anak kampung sini kalau pas ada kegiatan,” ungkap Bintoro.

Untuk pemeliharaan kolam renang tersebut, Bintoro mempercayakan pada pekerja untuk merawat dan mengontrol kualitas air kolam renang. ”Air kolam ini menggunakan air dari sumur tapi sudah disterilkan dulu dengan standar kualitas air kolam renang dengan mesin khusus penjernih air. Jadi kebutuhan kaporit dan sebagainya sudah dikontrol melalui mesin penjernih air,” jelasnya. Sedangkan pengurasan air disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya dilakukan dua pekan sekali atau sebulan sekali.

”Rumah ini juga kami sediakan bagi mereka yang mau belajar karawitan dan tari, biasanya tamu dari luar negeri,” paparnya. Untuk membuat kolam renang, imbuh Bintoro, dia mengeluarkan uang sekitar seratusan juta rupiah. ”Itu belum termasuk untuk gaji orang yang merawat kolam renang per bulannya,” tandasnya.  (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS