Salah satu contoh bangunan berkonsep bungalo di daerah Ubud, Bali./baliwww.com Salah satu contoh bangunan berkonsep bungalo di daerah Ubud, Bali./baliwww.com

Konsep Bungalo Ideal

1158 Kali

RUMAH190.COM–Bungalo pada dasarnya merupakan sebuah hunian yang ditujukan sebagai tempat peristirahatan sementara. Sebagai rumah kedua, bungalo memiliki desain yang cenderung dinamis.

Menurut praktisi arsitek yang juga dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ir Rizon Pamardhi Utomo MURP, bungalo yang dibagun di tengah kota dapat disebut sebagai vila. ”Bungalo tidak bisa digunakan sebagai rumah utama. Sedangkan vila merupakan rumah besar dengan pekarangan luas. Misalnya jika di Solo seperti yang berada di wilayah Banjarsari. Dahulu tempat tersebut digunakan oleh pejabat kolonial dan pemilik perkebunan sebagai tempat beristirahat. Sehingga dikenal sebagai villa park,” ujar dia.

Sebagai hunian yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan, bungalo memiliki desain dinamis. Pembangunan bungalo, kata Rizon, sebaiknya memperhatikan letak lokasi. Hal tersebut berkaitan erat dengan kenyamanan yang menunjang kegiatan berekreasi. Biasanya bungalo dibangun di daerah pedesaan yang jauh dari kebisingan kota. Ditambahkan Ir Untung Joko Cahyono MArch, pakar arsitektur UNS, pemilihan tempat terkait dengan luasan bangunan dan tanah yang menunjang terciptanya suasana rekreatif.

Sementara itu dari sisi tata ruang juga lebih simpel, hanya terdiri dari ruang-ruangan yang diciptakan karena keperluan si pemiliknya. Untung mengatakan ruangan tersebut antara lain ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi dan dapur. ”Ada juga yang melengkapi dengan ruang kerja. Bentuk ruangannya lebih dinamis dengan menggunakan beberapa penyekat ruangan yang tidak permanen untuk menciptakan ruangan baru atau konsep ruang open plan. Untuk dapur hanya berupa pantry saja,” tambah Rizon.

Furnitur yang digunakan juga cenderung fleksibel menyesuaikan kebutuhan. Sedangkan tampilan bentuk biasanya lebih ke arah nonformal atau santai. Hal tersebut, imbuh Rizon, berakibat pemilihan penggunaan material yang lebih ke arah material alami. Meski demikian, papar Untung, penggunaan material dan desain bentuk biasanya disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. ”Kalau di pantai atau di daerah pegunungan tentu bentuk rumahnya lain. Untuk bukaan juga harusnya lebih lebar dengan demikian dari dalam rumah keindahan pemandangan tetap bisa dilihat,” jelas Untung.

Untuk menunjang kepuasan berekreasi beberapa desain bungalo menggunakan dinding kaca sebagai atau full kaca. Selain itu ada pula yang menggunakan kerai untuk menghindari terpaan angin yang cukup besar atau mengurangi banyaknya sinar matahari yang masuk ke dalam rumah sebagai akibat desain terbuka. ( m49 )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS